Baru saja menyadari bahwa banyak orang masih bingung tentang indeks saham, apa sebenarnya index itu, dan mengapa itu penting. Mari kita jelaskan dengan lebih jelas.



Secara sederhana, indeks saham adalah angka yang memberi tahu kita arah pasar saham. Itu mencerminkan pergerakan harga sejumlah saham yang digabungkan sebagai perwakilan pasar. Sebagai contoh, SET50 dari Thailand menunjukkan perubahan dari 50 saham dengan nilai pasar tertinggi dan likuiditas yang baik. Indeks adalah alat yang membantu kita memahami kondisi pasar dengan lebih baik.

Adapun cara perhitungannya, ada tiga metode yang umum digunakan. Yang pertama adalah pembobotan berdasarkan nilai pasar, di mana saham berkapitalisasi besar memiliki pengaruh lebih besar terhadap indeks. Contohnya adalah S&P 500 dari Amerika Serikat, FTSE 100 dari Inggris, dan SET dari Thailand, semuanya menggunakan metode ini.

Yang kedua adalah pembobotan berdasarkan harga, di mana saham dengan harga tinggi memiliki proporsi lebih besar. Contohnya adalah Dow Jones dan Nikkei 225, yang menggunakan metode ini.

Yang ketiga adalah memberikan bobot yang sama untuk setiap saham. Metode ini lebih baik dalam mendistribusikan risiko, tetapi bisa berubah lebih cepat.

Mari kita lihat indeks populer di Thailand terlebih dahulu. Selain SET yang merupakan indeks utama, ada juga SET50 dan SET100 yang populer di kalangan investor. Kedua indeks ini memperbarui daftar perusahaan setiap 6 bulan, yaitu pada bulan Juni dan Desember. SET50 mulai sejak 16 Agustus 1995, sedangkan SET100 mulai dari 30 April 2005. Keduanya dimulai dari 1.000 poin.

Untuk luar negeri, S&P 500 dari Amerika Serikat adalah salah satu indeks yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Indeks ini mencerminkan kinerja dari 500 perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Amazon, Berkshire Hathaway, Visa, dan lain-lain.

Dow Jones adalah indeks yang berbobot harga, mengukur kinerja dari 30 perusahaan besar seperti Microsoft, Coca-Cola, Apple, dan McDonald's, disusun oleh S&P Dow Jones Indices.

NASDAQ 100 didirikan pada 31 Januari 1985, merupakan indeks dari 100 perusahaan non-keuangan, termasuk empat perusahaan yang menghasilkan pendapatan miliaran dolar, yaitu Apple, Amazon, Microsoft, dan Alphabet.

Nikkei 225 adalah indeks Jepang yang mengukur 225 perusahaan terkemuka. Dimulai sejak 7 September 1950, ini adalah indikator penting pasar saham Jepang dan gambaran ekonomi Jepang sejak pasca Perang Dunia II.

FTSE 100 adalah indeks dari 100 perusahaan yang terdaftar di London, saham mereka menyumbang sekitar 81% dari total nilai pasar. Contohnya adalah Tesco, Unilever, Barclays.

DAX 30 dari Jerman adalah indeks dari 30 perusahaan blue-chip yang berbobot kapitalisasi pasar, mirip dengan Dow Jones di AS. Dimulai pada 1 Juli 1988, perusahaan seperti BMW, Adidas, Bayer, Deutsche Bank termasuk di dalamnya.

Memahami indeks adalah langkah awal bagi investor yang ingin mengikuti pasar. Setiap indeks menceritakan kisah yang berbeda, tergantung pasar mana yang Anda minati.
US5000,19%
JPN2250,18%
US500200,19%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan