Belakangan ini saya memikirkan sebuah pertanyaan, mengapa ada orang yang bisa mendapatkan keuntungan dari membeli saat harga terendah, sementara yang lain selalu melewatkannya? Sebenarnya kunci bukan terletak pada kemampuan memprediksi titik terendah, melainkan pada pemahaman kapan saatnya benar-benar layak untuk masuk pasar.



Saya menemukan banyak orang salah paham tentang membeli saat bottom, mereka mengira selama harga saham murah sudah cukup untuk membeli. Tapi kenyataannya, di pasar keuangan banyak aset yang secara jangka panjang undervalued, murah tidak selalu berarti peluang. Instrumen yang benar-benar cocok untuk bottom fishing harus memenuhi beberapa syarat sekaligus. Pertama, harus ada volume perdagangan yang tinggi, yaitu harga saham dalam periode tertentu menunjukkan volatilitas yang jelas dan volume transaksi yang tidak kecil, terutama setelah kejadian buruk yang menyebabkan penurunan besar. Kedua, harus ada potensi rebound, yang perlu dinilai melalui analisis teknikal dan berita, melihat apakah tren penurunan sudah mulai melemah, dan apakah muncul sinyal pembalikan.

Pengalaman saya sendiri, waktu untuk menentukan momen bottom fishing secara garis besar terbagi menjadi dua lapis. Lapisan pertama adalah melihat arah besar, menilai perubahan dan tren pasar saham, mencari area dasar potensial. Kamu bisa menggunakan analisis pola, misalnya mengamati pola dasar V-shape atau double bottom di grafik candlestick, juga bisa menggabungkan indikator teknikal seperti moving average, RSI, KDJ untuk menilai apakah pasar sedang dalam kondisi oversold. Lapisan kedua adalah melihat fundamental dan berita, mengamati apakah ada peluang perubahan arah pasar.

Sebagai contoh, pada indeks utama, tahun 2022 saat FED mulai menaikkan suku bunga dan mengurangi neraca menyebabkan pasar saham turun, tetapi ketika inflasi mencapai puncaknya di Oktober dan mulai menurun, perubahan kebijakan menjadi sinyal pembalikan yang jelas. Pada saat pandemi crash tahun 2020, setelah FED mengumumkan pelonggaran kuantitatif tanpa batas, dana kembali mengalir masuk, dan pasar saham langsung menunjukkan rebound yang kuat. Kondisi makroekonomi yang berubah secara signifikan ini biasanya meningkatkan peluang bottom fishing dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Dalam tren bullish, saya sering menggunakan slope dari moving average sebagai indikator. Jika MA jangka menengah dan panjang masih cenderung naik, penurunan jangka pendek hanyalah koreksi, maka bottom fishing cenderung mengikuti tren dan membeli saat harga turun. Tapi jika MA mulai datar atau berbalik turun, kita harus berhati-hati membedakan antara rebound jangka pendek dan pembentukan dasar yang sesungguhnya. Penggunaan Bollinger Bands juga cukup efektif, ketika indeks turun ke garis bawah, itu bisa menjadi peluang untuk mengakumulasi posisi, dan saat rebound ke garis atas atau mencapai target keuntungan, bisa langsung ambil profit.

Biasanya, bottom fishing pada saham individual terjadi saat perusahaan mengalami berita buruk besar, misalnya laporan keuangan yang mengecewakan atau pernyataan manajemen yang menimbulkan kekhawatiran. Contohnya, awal 2022 META mengalami lonjakan penurunan karena kerugian metaverse yang melebihi ekspektasi, menyebabkan gap down besar. Saat itu, strategi paling aman adalah menunggu dua kondisi muncul: pertama, tekanan jual mulai mereda dan harga tidak lagi membuat posisi baru terendah, kedua, muncul tren kenaikan baru yang menembus level rebound tertinggi sebelumnya. Biasanya akan melalui pola “gap down → sideways untuk mengkonsolidasikan → menembus batas atas range”, meskipun tidak di titik terendah, tapi relatif lebih aman.

Untuk meningkatkan peluang keberhasilan bottom fishing, saran saya adalah mengumpulkan lebih banyak informasi yang menunjukkan bahwa harga masuk benar-benar di titik terendah. Pertama, harus jelas apa sebenarnya berita buruknya, apakah masalah laporan keuangan, pernyataan manajemen, atau kejadian satu kali. Jika berita buruk utama sudah banyak dibahas pasar dan tidak ada berita buruk baru yang muncul, serta penurunan harga jauh di luar batas wajar fundamental, maka peluang rebound dari kondisi oversold akan meningkat. Kedua, gunakan analisis teknikal untuk mencari support dan sinyal pembalikan, seperti harga mendekati moving average jangka panjang, harga sempat menembus Bollinger Bands bawah lalu cepat kembali, munculnya candlestick dengan shadow bawah panjang atau divergence MACD. Semakin banyak kondisi terpenuhi, semakin kecil kemungkinan harga akan menembus dasar lagi, dan peluang masuk menjadi lebih tinggi.

Selain itu, sangat penting untuk menetapkan stop profit dan stop loss yang jelas. Bottom fishing secara esensial adalah strategi jangka pendek atau menengah, bukan untuk investasi jangka panjang selama tiga tahun. Saya sarankan menempatkan stop loss dekat, misalnya kerugian 1-2%, langsung keluar. Untuk target profit, ambil keuntungan saat mencapai 5-7% atau saat harga mendekati puncak tertinggi tanpa menembus level tertinggi sebelumnya. Selama setiap kerugian dikendalikan dalam jumlah kecil dan setiap keuntungan diusahakan 5-7%, meskipun tidak semua transaksi berhasil, secara keseluruhan tetap bisa menjaga ekspektasi yang baik.

Bagi investor yang ingin menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, bottom fishing biasanya dipadukan dengan instrumen seperti futures, options, atau kontrak CFD. Pada saham, biasanya leverage sekitar 3-5 kali, sedangkan indeks yang volatilitasnya lebih kecil bisa menggunakan leverage sekitar 10 kali. Keuntungan dari kontrak CFD adalah beragamnya instrumen, struktur biaya yang sederhana, dan fleksibilitas transaksi, sehingga satu akun bisa mengelola banyak pasar sekaligus, cocok untuk mereka yang ingin mencari peluang bottom fishing di berbagai pasar.

Intinya, bottom fishing bukanlah memprediksi apakah harga akan naik besok, melainkan menemukan area di mana tekanan jual sudah mulai mereda, risiko penurunan terbatas, dan rebound jangka pendek layak dicoba. Yang benar-benar menentukan keberhasilan atau kegagalan bukanlah satu dua aksi ajaib, melainkan disiplin dalam menjalankan aturan stop loss, take profit, dan manajemen modal. Jika ingin latihan, mulai dari akun demo dengan fokus hanya pada instrumen yang menunjukkan berita buruk dan sinyal pembalikan teknikal, serta menerapkan stop loss 1-2% dan target 5-7%. Setelah terbiasa, baru masuk ke trading nyata. Bottom fishing memang bisa memberi peluang besar saat pasar panik, tapi syarat utamanya adalah disiplin.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan