Belakangan ini saya memikirkan sebuah pertanyaan, mengapa ada orang yang berinvestasi dan mendapatkan keuntungan, sementara yang lain malah mengalami kerugian besar? Saya menemukan bahwa perbedaan seringkali tidak terletak pada kemampuan memilih saham, melainkan pada apakah mereka telah melakukan perencanaan portofolio investasi dengan baik.



Tahukah kamu, portofolio (portfolio) sebenarnya adalah seni menempatkan telur di berbagai keranjang. Singkatnya, yaitu memegang berbagai aset keuangan seperti saham, dana, obligasi, tabungan bank, bahkan mata uang kripto dalam proporsi tertentu, dengan tujuan mengejar keuntungan sekaligus meminimalkan risiko. Logika ini seperti makan, nutrisi harus seimbang agar sehat, investasi juga harus beragam agar stabil.

Saya menemukan banyak investor pemula sebenarnya tidak paham bagaimana mengatur alokasi aset mereka. Ada satu faktor kunci di sini—preferensi risiko. Ada orang yang secara alami suka berpetualang, ada yang sangat konservatif. Jika kamu termasuk yang muda dan berani mencoba, mungkin alokasi agresif seperti 50% saham, 30% dana, 15% obligasi, 5% tabungan bank lebih cocok untukmu. Tapi jika kamu sudah pensiun, atau merasa puas dengan aset saat ini, maka harus beralih ke strategi konservatif, dengan saham hanya 20%, obligasi 35%, dana 40%.

Usia juga merupakan faktor besar. Seorang pekerja berusia 28 tahun yang mengalami kerugian 30% masih bisa bangkit kembali karena masih punya banyak waktu untuk bekerja dan menghasilkan uang. Tapi seorang pensiunan berusia 65 tahun tidak akan mampu menanggung fluktuasi seperti itu. Jadi, alokasi aset keuangan yang sama bisa memiliki risiko yang sama sekali berbeda tergantung usia.

Ada satu poin yang sering diabaikan banyak orang—lingkungan pasar. Saya melihat data bahwa indeks saham pasar berkembang dan pasar matang menunjukkan perbedaan performa yang besar. Dari 2020 sampai 2022, ETF pasar berkembang (EEM) turun 15,5%, sedangkan ETF zona Euro (EZU) hanya turun 5,8%. Kenapa? Karena pasar berkembang lebih mudah dipengaruhi oleh geopolitik dan kebijakan ekonomi yang tidak pasti. Perusahaan di pasar ini juga lebih terkonsentrasi di sektor sumber daya dan energi yang sangat fluktuatif. Sebaliknya, perusahaan di pasar matang jauh lebih beragam.

Lalu, bagaimana pemula memulai? Pertama, harus memahami kemampuan risiko mereka sendiri. Ada banyak kuis penilaian risiko online, dengan mengerjakan satu saja sudah tahu apakah mereka termasuk investor agresif, netral, atau konservatif. Kemudian, berdasarkan itu, buat tujuan investasi—apakah ingin kekayaan tumbuh cepat, menjaga nilai, atau membutuhkan dana yang bisa langsung digunakan kapan saja?

Saya beri contoh. Misalnya kamu berusia 28 tahun, punya 1 juta rupiah, dan ingin menggandakan menjadi 2 juta dalam 5 tahun. Kamu bisa mengalokasikan 50% ke saham, 30% ke dana, 10% ke deposito bank, dan 10% sisanya sebagai dana darurat. Dengan begitu, ada potensi pertumbuhan sekaligus tidak menjerat diri sendiri.

Tapi ada satu pengingat penting—mengatur portofolio bukan pekerjaan sekali jadi. Lingkungan pasar selalu berubah, situasi pribadi juga berubah, jadi perlu rutin dicek dan disesuaikan. Selain itu, tetapkan titik take profit dan cut loss, diversifikasi aset di berbagai wilayah dan sektor, dan yang paling penting, tetap tenang dan jangan takut terhadap fluktuasi jangka pendek.

Sejujurnya, banyak orang rugi bukan karena salah memilih aset, tetapi karena mental mereka tidak disesuaikan. Esensi mengatur portofolio adalah menyeimbangkan risiko dan imbal hasil, tetapi apakah kamu benar-benar bisa mendapatkan keuntungan dari situ, tergantung kemampuanmu untuk melakukan evaluasi rutin dan pengambilan keputusan secara rasional. Prinsip keuangan ini sekarang juga bisa dipraktikkan di platform seperti Gate, karena mereka menyediakan beragam pilihan aset yang memudahkan kamu membangun portofolio investasi sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan