Belakangan ini melihat ada yang bertanya apa sebenarnya arti dari short selling, sebenarnya ini adalah topik yang cukup layak untuk dipahami secara mendalam. Di pasar ada kenaikan dan penurunan, ada yang optimis bullish, tentu saja ada yang pesimis bearish, begitulah agar terbentuk permainan dua arah yang sehat.



Sederhananya, arti dari short selling adalah ketika kamu memprediksi harga akan turun, terlebih dahulu meminjam sekuritas dari broker dan menjualnya pada harga saat ini, kemudian saat harga turun kembali membelinya dan mengembalikannya ke broker, mendapatkan selisihnya. Ini sama sekali berlawanan dengan strategi buy low sell high, melainkan mengikuti logika sell high buy low.

Mengapa perlu memahami arti short selling? Saya rasa ada beberapa alasan penting. Pertama, short selling dapat membantu kamu melakukan lindung nilai risiko. Ketika kamu memegang posisi besar tetapi pasar sangat volatile, melakukan short secara moderat bisa melindungi keuntungan. Kedua, mekanisme short dapat mencegah gelembung. Ketika beberapa aset terlalu tinggi dinilai, para short seller akan mendorong harga kembali ke tingkat rasional. Terakhir, dengan adanya short, likuiditas pasar akan lebih cukup, sehingga investor baik saat naik maupun turun memiliki peluang mendapatkan keuntungan, partisipasi pun otomatis meningkat.

Berbicara tentang cara melakukan short, ada banyak metode. Margin trading saham adalah yang paling langsung, tetapi biasanya memiliki ambang yang cukup tinggi, misalnya beberapa broker mensyaratkan dana minimal 2000 dolar dan harus mempertahankan rasio ekuitas bersih 30%. CFD (Contract for Difference) relatif lebih fleksibel, bisa diperdagangkan dengan modal kecil untuk berbagai aset, beberapa platform bahkan memiliki ambang deposit serendah 50 dolar. Prinsip short futures mirip, tetapi tingkat kompleksitas dan risikonya jauh lebih tinggi, tidak disarankan untuk investor biasa. Ada juga cara membeli ETF terbalik, yang secara otomatis menyerahkan keputusan short kepada tim profesional, risiko lebih terkendali.

Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat kasus short selling Tesla. Pada November 2021, harga saham Tesla mencapai puncak sejarah di 1243 dolar, kemudian mulai turun. Pada awal 2022, harga saham mencoba menembus kembali di sekitar 1200 dolar tetapi gagal, dari sudut pandang teknikal sangat sulit untuk menciptakan rekor baru. Jika saat itu, 4 Januari, melakukan short dengan meminjam 1 saham dan menjualnya sekitar 1200 dolar, kemudian pada 11 Januari saat harga turun ke sekitar 980 dolar membelinya kembali, tanpa memperhitungkan bunga, selisihnya saja sudah mendapatkan keuntungan sekitar 220 dolar.

Short selling forex juga mengikuti logika yang sama, hanya objeknya dari saham berganti menjadi pasangan mata uang. Pasar forex memang bersifat dua arah, kamu bisa bullish terhadap mata uang tertentu dan membeli, atau bearish dan menjualnya. Fluktuasi nilai tukar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti suku bunga, ekspor-impor, inflasi, kebijakan, dan lain-lain, sehingga trading forex membutuhkan analisis yang lebih profesional.

Namun, meskipun arti short selling cukup sederhana, risikonya tidak kecil. Masalah terbesar adalah kerugian tak terbatas. Kalau buy, kerugian maksimal adalah saat saham turun ke nol, yaitu sebesar modal yang kamu investasikan. Tapi short berbeda, secara teori saham bisa naik tak terbatas, dan kerugian pun bisa tak terbatas. Misalnya kamu short saham dari 10 menjadi 100, maka kerugiannya adalah 9000 dolar. Apalagi jika margin tidak cukup, broker akan melakukan forced liquidation, yang bisa menutup posisi kamu di saat yang paling tidak menguntungkan.

Oleh karena itu, saran saya adalah, short sebaiknya dilakukan dalam jangka pendek, jangan berharap posisi jangka panjang. Posisi juga jangan terlalu besar, short harus dipakai sebagai alat lindung nilai, bukan strategi utama. Yang lebih penting lagi, jangan sembarangan menambah posisi short. Banyak orang yang karena tidak mencapai target langsung menambah posisi, akhirnya terjebak dan mengalami kerugian besar. Short harus dilakukan dengan fleksibel, jika sudah saatnya tutup, tutup, baik saat profit maupun rugi, harus segera berhenti.

Pada akhirnya, arti dari short selling adalah memberi kita peluang untuk mendapatkan keuntungan saat pasar sedang turun, tetapi syaratnya adalah kamu harus yakin terhadap kondisi pasar dan membuat keputusan berdasarkan rasio risiko-imbalan yang masuk akal. Memang ada orang yang berhasil mendapatkan keuntungan besar dari short selling, tetapi semua itu didasarkan pada analisis profesional dan pengendalian risiko.
TSLAON-0,44%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan