Baru-baru ini saya memahami tentang Yield dengan lebih baik dan merasa perlu membagikannya kepada semua orang karena hal ini sangat penting jika kita ingin berinvestasi secara sadar



Yield คือ apa sebenarnya? Singkatnya, adalah hasil pengembalian yang akan kita terima dari investasi dalam berbagai aset, baik saham, obligasi, maupun properti, yang ditampilkan sebagai persentase per tahun. Jadi, yield adalah indikator berapa banyak uang kita akan 'bekerja' untuk menghasilkan keuntungan

Cara menghitungnya juga tidak sesulit yang dibayangkan. Untuk instrumen utang, kita menggunakan rumus (harga saat ini – harga beli) / harga beli × 100%. Contohnya, jika kita membeli obligasi seharga 1.000 baht dan mendapatkan bunga 50 baht per tahun, yield-nya adalah 5%

Namun yang menarik adalah yield memiliki berbagai jenis. Jika berinvestasi di saham, kita melihat dividend yield yang dihitung dari dividen yang diterima dibagi dengan harga saham saat ini. Misalnya, perusahaan membayar dividen 10 baht per saham dan harga sahamnya 100 baht, maka dividend yield-nya adalah 10% per tahun

Lalu untuk reksa dana, yield adalah total pendapatan dibagi dengan nilai bersih aset dana tersebut, yang berasal dari dividen dan bunga yang diperoleh dari investasi

Lalu apa yang menyebabkan yield tinggi atau rendah? Jenis investasi sangat berperan. Saham biasanya memberikan yield lebih tinggi daripada obligasi, tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi. Kondisi pasar juga berpengaruh besar, seperti suku bunga, kondisi ekonomi, risiko politik. Selain itu, tergantung juga pada jangka waktu investasi; semakin lama waktu, semakin besar peluang yield yang diharapkan meningkat

Hal lain yang perlu diingat adalah yield sering beriringan dengan risiko. Investasi yang berisiko tinggi harus menawarkan yield yang tinggi pula untuk mengkompensasi risiko tersebut. Kebijakan perusahaan dalam membayar dividen atau berinvestasi juga mempengaruhi yield yang diharapkan

Hal yang harus dipisahkan dengan jelas adalah yield dan return. Yield adalah hasil pengembalian yang kita perkirakan akan diperoleh tanpa memperhitungkan perubahan harga, sedangkan return adalah hasil pengembalian aktual termasuk keuntungan atau kerugian dari perubahan harga. Jadi, return = dividen + (harga jual – harga beli)

Jika ditanya, jenis yield mana yang memberikan pengembalian tertinggi, tergantung pada tujuan masing-masing. Saham memberikan hasil tinggi dalam jangka panjang tetapi berisiko tinggi. Properti juga memberikan hasil yang baik tetapi membutuhkan modal besar. Obligasi lebih aman tetapi hasilnya lebih rendah. Pilihan tergantung seberapa besar kita bersedia mengambil risiko, berapa banyak uang yang dimiliki, dan apakah kita menginginkan pendapatan saat ini atau pertumbuhan di masa depan

Secara pribadi, saya melihat bahwa yield adalah alat yang membantu kita membuat keputusan investasi yang lebih baik karena memberi tahu kita bagaimana uang kita bekerja. Tetapi harus diingat bahwa yield tinggi ≠ investasi yang baik; kita juga harus memperhatikan risiko.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan