Belakangan ini banyak pemula yang membahas tentang investasi leverage, sebenarnya konsep ini terdengar rumit, tetapi logika intinya sangat sederhana. Singkatnya, apa arti leverage? Yaitu menggunakan sejumlah kecil dana untuk mengendalikan transaksi yang lebih besar. Mirip dengan kata-kata Archimedes, memberi titik tumpu bisa mengangkat bumi, prinsip leverage di pasar keuangan juga seperti itu.



Kamu mengeluarkan 5000 yuan sebagai margin, dengan leverage 2 kali lipat bisa melakukan transaksi sebesar 10.000 yuan. Kedengarannya sangat menarik, bukan? Saat menghasilkan keuntungan memang bisa berlipat ganda, tetapi saat rugi juga bisa turun berkali-kali lipat. Inilah alasan mengapa banyak orang awalnya semangat, akhirnya akun mereka mengalami margin call.

Sebenarnya leverage dan margin adalah dua hal yang berbeda, banyak orang mudah bingung. Margin adalah uang yang kamu keluarkan untuk membuktikan kemampuan tradingmu, broker melihat niat baikmu, lalu memberimu kredit tambahan untuk memperbesar skala transaksi, yang disebut leverage. Dua hal ini berlawanan hubungan, semakin rendah rasio margin, semakin tinggi kali leverage-nya.

Sekarang banyak alat yang bisa digunakan untuk trading dengan leverage. Pasar forex adalah yang terbesar, volume transaksi harian lebih dari 5 triliun dolar AS, bisa diperdagangkan 24 jam, sangat ramah untuk investor di zona waktu Asia. Cryptocurrency juga mulai populer dalam dua tahun terakhir, meskipun volatilitas besar dan risiko tinggi, tetapi memang menarik banyak orang. Ada juga indeks saham, dibandingkan membeli saham tunggal, trading indeks bisa menghindari kejadian black swan, lebih mudah dipantau. Komoditas besar seperti emas, minyak mentah juga mendukung trading leverage.

Keuntungan menggunakan leverage sangat jelas, dana kecil bisa ikut dalam transaksi besar, efisiensi modal tinggi, potensi keuntungan juga besar. Tetapi konsekuensinya risiko juga diperbesar. Uang di akunmu jika turun ke level margin call, platform trading akan otomatis menutup posisi, saat itu kamu mungkin belum sempat bereaksi dan sudah keluar.

Jadi kuncinya adalah bagaimana menggunakan leverage. Kesalahan paling umum pemula adalah langsung menggunakan leverage tertinggi, lalu saat pasar berbalik langsung margin call. Saran saya, saat pasar sedang jelas tren, bisa meningkatkan leverage secara moderat, saat pasar tidak pasti, kendalikan leverage di bawah 5 kali. Selain itu, harus pasang stop loss dengan baik, jangan trading berdasarkan feeling. Alat analisis teknikal bisa membantu kamu menilai pasar secara lebih ilmiah, ini jauh lebih andal daripada tebak-tebakan.

Pada akhirnya, leverage artinya adalah pedang bermata dua. Jika digunakan dengan baik bisa mempercepat akumulasi kekayaan, jika tidak, justru mempercepat kerugian. Sikap juga sangat penting, jangan takut atau tergoda oleh fluktuasi pasar, ikuti rencana tradingmu, eksekusi take profit dan stop loss dengan disiplin.
GLDX-4,73%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan