Pasar komoditas (commodity market) sedang menarik banyak investor saat ini karena dianggap sebagai cara yang baik untuk mengakumulasi nilai dalam jangka panjang. Tetapi sebelum berinvestasi, harus memahami terlebih dahulu apa sebenarnya komoditas itu.



Komoditas atau commodity secara sederhana adalah bahan baku dasar yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tembaga, minyak mentah, gandum, biji kopi, emas, dan banyak lagi. Jika dibagi berdasarkan jenisnya, ada komoditas keras (hard commodities) yaitu barang yang diekstraksi dari alam, dan komoditas lunak (soft commodities) yaitu barang hasil pertanian.

Di pasar commodity market, komoditas yang paling sering diperdagangkan adalah emas, perak, tembaga, platinum, kopi, gula, minyak mentah, dan gas alam. Semua ini memiliki volatilitas tinggi dan cocok untuk trader berpengalaman.

Harga komoditas berubah berdasarkan banyak faktor, seperti permintaan dan penawaran, perubahan populasi, perilaku konsumsi, kondisi cuaca, dan ketidakpastian umum. Ketika permintaan meningkat atau penawaran menurun, harga akan melonjak.

Keuntungan dari trading commodity market adalah dapat melindungi dari inflasi karena harga komoditas cenderung naik saat biaya hidup meningkat. Selain itu, juga membantu diversifikasi portofolio karena komoditas memiliki korelasi rendah dengan saham dan obligasi. Pada saat ekonomi tidak pasti, harga komoditas bisa naik dengan cepat.

Namun, harus berhati-hati dengan kekurangan karena volatilitas komoditas dua kali lipat dari saham dan empat kali lipat dari obligasi. Volatilitas ini dapat menyebabkan trader membuat keputusan yang salah dengan mudah. Selain itu, perlu berhati-hati dengan leverage, karena jika leverage terlalu tinggi, bisa menyebabkan kerugian total.

Bagi pemula yang ingin masuk ke pasar commodity market, ada 4 cara trading. Pertama adalah ETF komoditas, cocok untuk orang dengan modal kecil dan tidak perlu khawatir tentang penyimpanan. Kedua adalah futures, yang menggunakan jaminan dan tidak memerlukan modal penuh. Ketiga adalah saham perusahaan komoditas seperti BHP Group, Rio Tinto, atau Vale SA, yang merupakan cara yang lebih aman. Keempat adalah CFD, yang buka 24 jam selama 5 hari seminggu dan bisa menghasilkan keuntungan baik saat harga naik maupun turun.

Waktu trading commodity market tidak 24 jam penuh, tergantung jenis komoditas dan wilayahnya. Emas dan perak dibuka dari pukul 06.00 hingga 24.00 (waktu Thailand). Minyak mentah WTI juga buka dari pukul 06.00 hingga 24.00. Sedangkan kopi dan gula memiliki waktu buka tutup yang berbeda, perlu dicek dengan broker yang digunakan.

Biaya yang harus dipertimbangkan dalam trading commodity market ada 3 jenis, yaitu spread (selisih antara harga beli dan jual), swap (biaya holding posisi semalam), dan komisi, yang harus dipotong dari keuntungan Anda.

Kesimpulannya, pasar commodity market adalah peluang yang baik untuk diversifikasi portofolio, tetapi harus memilih metode trading yang sesuai dengan diri sendiri. Dan ingat, jangan hanya berinvestasi dalam satu jenis aset saja. Harus mempelajari risiko dengan baik sebelum benar-benar berinvestasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan