Pertanyaan yang paling sering ditanyakan belakangan ini adalah: Apakah harga saham pasti akan turun pada hari ex-dividen? Saya menemukan banyak investor pemula yang sangat bingung tentang hal ini, jadi hari ini saya ingin berbicara tentang fenomena pasar yang saya amati sendiri terkait hal ini.



Pertama, mari kita langsung ke kesimpulan, bahwa penurunan harga saham pada hari ex-dividen terlihat seperti pengetahuan umum, tetapi sebenarnya tidak selalu demikian. Saya telah melihat terlalu banyak kasus di mana harga saham justru naik pada hari ex-dividen.

Secara teori, harga saham seharusnya turun pada hari ex-dividen, alasannya sangat sederhana—perusahaan membagikan kas kepada pemegang saham, aset perusahaan berkurang, sehingga harga saham akan disesuaikan ke bawah. Sebagai contoh konkret, misalnya sebuah perusahaan memiliki harga saham 35 dolar, yang termasuk kas idle sebesar 5 dolar per saham. Perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen khusus sebesar 4 dolar per saham, maka secara teori harga saham pada hari ex-dividen akan berubah dari 35 dolar menjadi 31 dolar. Terlihat logis, bukan?

Namun kenyataannya jauh lebih kompleks. Saya mengamati catatan dividen dari perusahaan-perusahaan besar seperti Coca-Cola dan Apple, dan menemukan bahwa mereka sering mengalami kenaikan harga pada hari ex-dividen. Pada 10 November 2023, misalnya, harga saham Apple naik dari 182 dolar menjadi 186 dolar pada hari ex-dividen, kenaikannya cukup signifikan. Apa artinya ini? Ini menunjukkan bahwa pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh dividen saja, melainkan juga oleh suasana pasar, kinerja perusahaan, dan ekspektasi investor.

Jadi, pertanyaan kunci sekarang adalah: Apakah ada dividen saat menjual saham pada hari ex-dividen? Atau, lebih jauh lagi, apakah membeli dan menjual saham di sekitar hari ex-dividen itu menguntungkan?

Ini tergantung pada tujuan investasi Anda. Jika Anda seorang trader jangka pendek, fluktuasi harga saham sebelum dan sesudah ex-dividen memang bisa menciptakan peluang, tetapi risikonya juga besar. Secara historis, setelah ex-dividen, harga saham cenderung lebih banyak mengalami penurunan, ini tidak menguntungkan bagi pembeli jangka pendek. Kecuali harga saham turun ke level support teknikal dan mulai stabil, maka membeli dengan risiko yang relatif lebih aman.

Namun, jika Anda berinvestasi jangka panjang pada perusahaan berkualitas tinggi, situasinya sama sekali berbeda. Saya percaya bahwa untuk perusahaan-perusahaan unggulan dengan fundamental yang kuat, dividen hanyalah bagian dari penyesuaian harga, bukan pengurangan nilai. Pada saat ini, justru ini adalah peluang untuk menambah aset berkualitas dengan harga yang lebih menarik. Membeli setelah ex-dividen dan memegangnya dalam jangka panjang biasanya lebih menguntungkan, karena nilai intrinsik perusahaan tidak berkurang akibat pembayaran dividen.

Di sini juga perlu disebutkan dua konsep, yaitu "fill the rights" (mengisi hak) dan "贴权息" (menempel hak dan dividen). Fill the rights adalah proses di mana harga saham secara bertahap kembali ke level sebelum ex-dividen, menunjukkan bahwa investor sangat optimistis terhadap masa depan perusahaan. Sedangkan贴权息 menunjukkan sebaliknya, harga saham tetap rendah, biasanya mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kinerja perusahaan.

Tentu saja, ada biaya tersembunyi yang harus dipertimbangkan dalam proses ini. Jika Anda menggunakan akun pajak biasa, membeli saham sebelum hari ex-dividen dan kemudian harga saham turun, Anda akan menghadapi kerugian modal yang belum direalisasi, sekaligus harus membayar pajak atas dividen yang diterima. Biaya transaksi di pasar saham Taiwan adalah 0,1425% dari harga saham dan kemudian didiskon, sedangkan pajak transaksi adalah 0,3% untuk saham biasa dan 0,1% untuk ETF, semua ini adalah biaya nyata yang harus diperhitungkan.

Berbicara tentang trading jangka pendek, beberapa investor mempertimbangkan menggunakan kontrak selisih (CFD) untuk menangkap fluktuasi harga sebelum dan sesudah ex-dividen. Metode ini memungkinkan pengendalian posisi yang lebih besar dengan margin yang lebih kecil, dan jika prediksi benar, potensi keuntungan jangka pendek bisa jauh lebih tinggi daripada hanya memegang saham dan menerima dividen. Selain itu, tanpa harus memegang saham secara fisik, Anda tidak perlu membayar pajak dividen. Tapi saya harus mengingatkan, leverage adalah pedang bermata dua, harus digunakan secara bijak sesuai toleransi risiko Anda, jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan leverage.

Secara keseluruhan, apakah harga saham akan naik atau turun pada hari ex-dividen tergantung pada banyak faktor yang bekerja bersama. Investor harus membuat keputusan berdasarkan tujuan investasi, toleransi risiko, dan penilaian terhadap fundamental perusahaan. Jangan tertipu oleh anggapan sederhana seperti "harga saham pasti turun saat ex-dividen," karena pasar selalu jauh lebih kompleks daripada teori.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan