Belakangan ini banyak orang bertanya tentang cara berinvestasi emas, jadi saya rangkum pengalaman saya selama beberapa tahun terakhir, berbagi 5 metode membeli emas, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.



Pertama, mari bahas kondisi harga emas saat ini. Dari tahun lalu hingga tahun ini, harga emas terus naik, mulai awal tahun 2024 sudah melonjak tinggi, sekarang sudah menembus 3700 dolar AS. Penyebab utamanya adalah Federal Reserve menurunkan suku bunga, risiko geopolitik meningkat, dan bank sentral berbagai negara gila membeli emas. Tahun lalu, total pembelian emas bersih oleh bank sentral global mencapai 1045 ton, selama tiga tahun berturut-turut melebihi seribu ton, ini langsung mendukung kenaikan harga emas. Goldman Sachs memprediksi harga emas tengah tahun ini bisa mencapai 4000 dolar AS.

Namun, jujur saja, harga emas jangka pendek sulit diprediksi, faktor pengaruhnya terlalu kompleks. Jika kamu ingin memegang emas untuk menjaga nilai dan menambah kekayaan dalam jangka panjang, fokusnya adalah menemukan titik masuk yang baik, jangan menunggu harga naik baru mau masuk. Untuk jangka panjang, bisa pertimbangkan emas fisik, sertifikat emas, atau ETF emas. Jika kamu mampu menanggung risiko, dan ingin mendapatkan keuntungan dari fluktuasi jangka pendek, maka harus belajar analisis pasar, menggunakan futures atau kontrak perbedaan harga akan lebih efisien.

Pertama, bahas emas fisik. Batangan emas, logam mulia ini risiko paling rendah dan paling simpel. Di mana membeli batangan emas dengan harga terbaik? Bank Taiwan adalah pilihan paling terpercaya, Bank Taiwan adalah satu-satunya bank di Taiwan yang menjual beli emas fisik, emas mereka berasal dari Swiss bank, kualitas terjamin, mulai pembelian dari 100 gram. Jika ingin membeli emas dalam jumlah kecil, toko perhiasan atau toko gadai juga bisa, tapi harus perhatikan tingkat kemurniannya. Tapi, emas fisik punya satu masalah, harganya tinggi, perlu disimpan, biaya administrasi banyak, dan likuiditasnya tidak terlalu baik, jual beli cukup merepotkan. Dari segi pajak, jika transaksi melebihi 50.000 TWD, harus lapor pajak penghasilan.

Sertifikat emas lebih praktis, juga disebut "emas kertas". Bank akan menyimpan emas untukmu, kamu cukup lihat buku tabungan saja, tidak perlu khawatir soal keamanan emas fisik. Bank Taiwan, CTBC, dan First Bank semua menyediakan layanan ini. Membeli dengan TWD akan menanggung risiko nilai tukar, membeli dengan mata uang asing sudah termasuk biaya konversi, secara keseluruhan biayanya cukup seimbang, termasuk biaya menengah. Tapi, perlu diingat, transaksi yang sering akan menimbulkan biaya akumulasi, jadi tidak disarankan sering-sering melakukan transaksi.

ETF emas adalah pilihan lain. Bisa membeli ETF emas di pasar saham Taiwan, atau di pasar saham AS seperti GLD atau IAU. Keuntungannya adalah ambang masuk rendah, mudah dibeli dan dijual, likuiditas baik, kekurangannya adalah hanya bisa beli dan hold (long) tidak bisa short, dan harus bayar biaya pengelolaan. ETF emas di pasar saham AS biasanya lebih murah daripada ETF Taiwan, tapi perlu membuka akun saham AS dan melakukan konversi mata uang.

Jika ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dan bersedia menanggung risiko lebih besar, bisa pertimbangkan futures atau kontrak perbedaan harga (CFD). Futures emas bisa diperdagangkan dua arah, waktu transaksi panjang, 24 jam terhubung dengan pasar internasional, dengan leverage kamu bisa masuk dengan modal kecil. Kekurangannya adalah ada tanggal kadaluarsa, perlu rollover, dan leverage akan memperbesar kerugian. CFD lebih fleksibel, tidak ada tanggal kadaluarsa, pilihan leverage lebih banyak, mulai dari puluhan dolar AS sudah bisa mulai trading. Kedua alat ini cocok untuk trading jangka pendek dan fluktuasi, tapi memerlukan pengalaman trading dan kesadaran risiko.

Sejujurnya, yang terpenting dalam berinvestasi emas adalah memilih metode sesuai tujuan pribadi. Apakah ingin menjaga nilai? Atau ingin mendapatkan keuntungan dari selisih harga? Berapa besar modal yang dimiliki? Apakah mampu menanggung risiko? Semua ini menentukan metode mana yang harus dipilih. Saran saya, pemula bisa mulai dari sertifikat emas atau ETF, karena rendah ambang dan risiko terkendali. Setelah mengumpulkan pengalaman, baru pertimbangkan futures atau CFD yang berleverage tinggi.

Terakhir, kenapa banyak orang berinvestasi emas? Karena emas memang alat lindung nilai yang bagus. Setiap kali terjadi gejolak ekonomi, perang, inflasi meningkat, orang akan berbondong-bondong membeli emas. Investor institusi biasanya mengalokasikan sekitar 10% dari portofolio mereka ke emas, itulah prinsipnya. Selama muncul risiko sistemik, harga emas cenderung melonjak tinggi. Jadi, emas bisa menjadi aset jangka panjang untuk menjaga nilai, sekaligus alat untuk meraih keuntungan dari fluktuasi harga jangka pendek.
XAUUSD-2,41%
GS-2,11%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan