Belakangan ini di forum banyak orang yang tidak begitu paham tentang saham yang delisting, saya juga pernah mengalami beberapa kali situasi di mana investor menjadi panik karena saham yang mereka pegang delisting, jadi saya ingin berbagi pemahaman saya dengan semua orang.



Sejujurnya, saham yang delisting memang cukup menakutkan bagi banyak investor ritel, rasanya posisi saham bisa langsung berubah menjadi kertas kosong. Tapi sebenarnya selama kita memahami logika dan cara menghadapi delisting, risiko kerugian bisa sangat berkurang.

Pertama, mari kita bahas mengapa saham bisa delisting. Beberapa kondisi yang paling umum adalah, pertama perusahaan terus-menerus merugi dan laporan keuangannya bermasalah, kedua perusahaan melakukan kecurangan atau pemalsuan (seperti Luckin Coffee dulu), ketiga perusahaan diakuisisi atau memilih menjadi perusahaan privat. Dalam setiap situasi, hasil yang dihadapi investor sebenarnya sangat berbeda. Misalnya Chesapeake Energy, perusahaan gas alam itu, setelah mengajukan kebangkrutan tahun 2020 dan restrukturisasi tahun 2021, pemegang saham hampir kehilangan seluruh modalnya. Tapi jika delisting karena privatisasi, malah berpotensi saham naik karena pemegang saham utama akan membeli kembali saham yang beredar dengan harga tinggi.

Proses delisting sebenarnya tidak terjadi secara mendadak. Bursa biasanya akan memberi peringatan terlebih dahulu, memberi waktu 3-6 bulan untuk perusahaan melakukan perbaikan, jika tidak memenuhi syarat baru akan benar-benar delisting. Jadi selama kita memperhatikan pemberitahuan dari broker dan pengumuman dari bursa, investor sebenarnya punya waktu untuk merespons.

Mengenai apakah saham setelah delisting masih berguna, pengalaman saya adalah tergantung situasinya. Jika delisting karena privatisasi dan kamu memegang saham dalam jumlah yang tidak terlalu kecil, besar kemungkinan pemegang saham utama akan membeli kembali dengan harga tinggi di suatu waktu, jadi saat itu kita harus bersabar menunggu. Kalau perusahaan bangkrut dan likuidasi, situasinya lebih menyedihkan, karena dalam urutan likuidasi, pemegang saham biasanya berada di posisi terakhir, dan uang yang bisa dikembalikan hampir nol. Ada juga kondisi di mana perusahaan memiliki nilai pasar sangat rendah, setelah delisting likuiditas sangat buruk, sulit untuk menjual saham karena tidak ada yang mau membeli.

Saya pernah melihat beberapa investor yang setelah delisting melakukan beberapa hal. Ada yang memantau pengumuman perusahaan secara ketat, menunggu peluang buyback atau pindah ke pasar OTC. Ada juga yang memilih untuk tetap memegang, bertaruh perusahaan akan listing kembali di masa depan. Ada juga yang secara langsung mengakui kerugian dan bernegosiasi dengan pemegang saham lain untuk transfer secara pribadi. Yang terpenting adalah jangan pasif menunggu, harus aktif mengumpulkan informasi.

Untuk pencegahan, saya rasa yang paling praktis adalah diversifikasi investasi. Jangan menaruh semua uang di satu atau dua saham saja, alokasikan aset berisiko tinggi dan rendah secara proporsional. Sebelum membeli saham, juga harus memeriksa kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, dan apakah memenuhi persyaratan bursa. Dengan melakukan pekerjaan rumah ini dengan baik, meskipun terjadi delisting, kerugian bisa dikendalikan dalam batas yang dapat diterima.

Terakhir, jika saham yang kita pegang benar-benar delisting, jangan panik. Pertama, cek apakah perusahaan menawarkan skema buyback, apakah saham dialihkan ke pasar OTC, atau masuk ke proses likuidasi. Sesuaikan langkah yang diambil sesuai situasi, kadang malah bisa mendapatkan keuntungan. Jangan lupa juga saat melaporkan pajak, kerugian dari investasi yang tidak bisa dikembalikan bisa dilaporkan sebagai kerugian untuk mengurangi pajak atas keuntungan modal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan