Belakangan ini saya sedang mempelajari data analisis teknikal saham, dan menemukan banyak orang yang tidak memahami konsep hubungan volume dan harga ini, terutama apa arti dari situasi seperti harga naik volume menurun. Saya rasa perlu untuk merangkum alasan dan logika di balik hubungan volume dan harga ini, karena mereka benar-benar bisa membantu kamu menilai arah pergerakan pasar selanjutnya.



Pertama-tama, harus memahami apa itu hubungan volume dan harga. Secara sederhana, yaitu kaitan antara pergerakan harga saham dan volume perdagangan. Ketika harga saham naik atau turun, volume transaksi yang menyertainya akan mencerminkan sikap nyata dari para pelaku pasar. Dengan menganalisis hubungan ini, kamu bisa lebih baik memprediksi tren pasar berikutnya, bukan sekadar ikut-ikutan tanpa dasar.

Kita mulai dari kondisi yang paling umum. Kadang-kadang kamu akan melihat harga saham naik, tetapi volume transaksi justru menyusut, ini adalah contoh klasik dari harga naik volume menurun. Terlihat kontradiktif, kan? Tapi sebenarnya alasan di balik ini sangat penting—ini menunjukkan bahwa minat para pelaku pasar terhadap kenaikan ini semakin berkurang. Mungkin ini adalah rebound teknikal, tanpa adanya dukungan pembeli yang nyata. Contohnya, awal tahun 2017 Tesla pernah mengalami situasi ini, harga naik tapi volume terus menurun, dan akhirnya memang tidak mampu bertahan untuk terus naik. Penyebab utama dari harga naik volume menurun biasanya adalah suasana pasar yang menunggu dan tidak yakin, tidak ada pembeli baru yang masuk untuk menampung posisi.

Sebaliknya, ada juga kondisi yang disebut dengan volume besar saat harga turun. Ini adalah sinyal yang paling berbahaya. Harga saham turun secara tajam, sekaligus volume transaksi meningkat secara drastis, menunjukkan banyak investor yang panik menjual. Saat pandemi 2020, saham hotel seperti Hilton mengalami penurunan drastis ini. Tapi menariknya, kadang-kadang penurunan volume besar ini justru memberi peluang untuk membeli di dasar. Contohnya, setelah Estée Lauder mengumumkan laporan keuangan yang tidak sesuai ekspektasi dan harga saham jatuh tajam, tetapi penurunan yang disertai volume besar ini ternyata berlebihan, dan investor yang masuk tepat waktu mendapatkan keuntungan yang cukup baik.

Ada juga kondisi di mana harga bergerak datar dalam kisaran, sementara volume terus menyusut, ini disebut harga datar volume menurun. Ini mencerminkan pasar yang sedang tenang, para investor tidak memiliki pandangan yang jelas. Perusahaan seperti Nvidia dan Boeing pernah menunjukkan pola ini. Pada saat seperti ini, pasar kekurangan tenaga dorong, dan mungkin akan terjadi pergerakan besar selanjutnya, tetapi arahnya belum pasti.

Selanjutnya adalah volume menurun saat harga turun, yaitu harga turun tetapi volume juga berkurang. Contohnya Netflix tahun 2018, harga terus menurun tetapi volume transaksi justru menyusut. Ini bisa menunjukkan bahwa suasana hati investor relatif tenang, atau pasar sedang menunggu informasi lebih lanjut.

Terakhir, ada kondisi di mana harga turun volume meningkat. Harga turun tetapi volume bertambah, ini bisa berarti tren penurunan yang berkelanjutan, tetapi juga bisa menjadi sinyal dasar bottom. Contohnya, akhir 2018 Apple mengalami penurunan besar karena penurunan penjualan iPhone dan ketegangan dagang, disertai volume yang meningkat. Serupa, BlackBerry pada 2012 juga menunjukkan volume yang terus meningkat selama penurunan jangka panjang, dan kemudian justru menjadi titik awal rebound.

Untuk memahami penyebab dari volume menurun saat harga naik dan hubungan volume-harga lainnya, inti utamanya adalah memahami apa arti dari volume transaksi. Volume tinggi menunjukkan tingkat partisipasi pasar yang tinggi, semua orang aktif bertransaksi; volume rendah menunjukkan pasar sepi, partisipan kurang. Dengan menggabungkan perubahan harga, kamu bisa melihat sikap pasar yang sebenarnya. Hubungan volume dan harga yang positif biasanya menandakan tren yang kuat, sedangkan hubungan yang negatif bisa menunjukkan kepercayaan pasar yang kurang.

Namun, perlu diingat bahwa melihat hubungan volume dan harga saja tidak cukup, harus dikombinasikan dengan indikator teknikal lain dan analisis fundamental agar bisa membuat penilaian yang lebih andal. Tapi, menguasai karakteristik hubungan volume dan harga ini memang bisa membantu kamu menghindari banyak kesalahan dalam trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan