Belakangan ini banyak orang bertanya kepada saya bagaimana cara menghasilkan uang melalui mata uang asing, daripada disebut investasi, lebih tepatnya banyak orang belum memahami logika keuntungan dari nilai tukar sehingga mengikuti tren secara buta. Saya akan merangkum pengalaman beberapa tahun ini, semoga bisa membantu pemula menghindari jalan yang salah.



Pertama-tama harus memahami satu konsep dasar, bahwa keuntungan dari investasi mata uang asing terutama berasal dari dua bagian—selisih nilai tukar dan selisih suku bunga. Selisih nilai tukar adalah selisih harga yang dihasilkan dari perubahan kurs antar mata uang, sedangkan selisih suku bunga adalah perbedaan tingkat bunga antar negara. Misalnya tingkat bunga deposito di Taiwan 2%, di Amerika Serikat 5%, ada selisih 3% di antaranya. Tapi ada jebakan di sini, banyak orang mendapatkan bunga tetapi merugi di nilai tukar, ini disebut "menghasilkan selisih bunga tapi merugi di nilai tukar". Saya pernah melihat banyak orang karena tidak menilai risiko fluktuasi kurs dengan baik, akhirnya modalnya mengalami kerugian.

Mengenai metode investasi, di pasar utama ada tiga jenis. Yang paling sederhana adalah deposito mata uang asing, cocok untuk pemula, yaitu menukar dolar Taiwan menjadi dolar AS atau mata uang asing lain dan menaruhnya di bank untuk mendapatkan bunga. Keuntungannya aman, kekurangannya likuiditas rendah, jika membatalkan sebelum waktu akan dipotong bunga. Jika ingin lebih fleksibel, bisa pertimbangkan dana mata uang asing, tidak terikat kontrak, kapan saja bisa beli jual, bunga berada di antara tabungan dan deposito. Ada juga trading margin valuta asing, risiko tertinggi tapi potensi keuntungan juga tertinggi, karena menggunakan leverage, biasanya 50-200 kali. Trading margin valuta asing bisa dilakukan 24 jam, pintu masuknya rendah, tapi harus paham risiko, jika tidak bisa mudah mengalami margin call.

Mengenai keuntungan dari nilai tukar, saya rasa yang paling penting adalah memilih target yang tepat. Orang Taiwan paling suka berinvestasi di dolar AS, tapi selain itu, yen Jepang, dolar Australia, euro juga patut diperhatikan. Mata uang ini bisa dibagi menjadi empat kategori: mata uang kebijakan (dolar AS, euro, mengikuti kebijakan bank sentral), mata uang safe haven (yen Jepang, franc Swiss, stabil secara ekonomi), mata uang komoditas (dolar Australia, dolar Kanada, terkait harga komoditas utama), dan mata uang pasar berkembang (yuan, rand Afrika Selatan, suku bunga tinggi tapi fluktuasi besar).

Tahun lalu Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga, ini membawa banyak perubahan di pasar mata uang global. Saya perhatikan euro menguat terhadap dolar, terutama karena dolar relatif melemah. Perdagangan carry trade yen juga cukup umum, karena suku bunga Jepang rendah, investor meminjam yen untuk berinvestasi di aset berimbal tinggi. Poundsterling juga tampil cukup baik akhir-akhir ini, tapi harus hati-hati dengan risiko penyesuaian ulang harga akibat perubahan kebijakan dolar. Franc Swiss sebagai mata uang safe haven, sangat populer saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Ingin menghasilkan uang dari nilai tukar, harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi kurs. Negara dengan inflasi rendah akan mengalami apresiasi mata uang, suku bunga naik juga akan menarik masuknya modal asing, sehingga kurs menguat. Utang pemerintah, kondisi perdagangan, stabilitas politik juga mempengaruhi nilai tukar. Saran saya, lebih banyak memperhatikan berita internasional, seperti CNBC, Bloomberg, informasi dari situs ini sangat berharga sebagai referensi.

Secara operasional, trading valuta asing adalah dua arah, tidak hanya "beli rendah jual tinggi", tetapi juga bisa "jual tinggi beli rendah". Jika Anda memperkirakan suatu mata uang akan menguat, beli; jika memperkirakan melemah, jual. Tapi yang paling penting adalah merancang strategi trading yang baik, termasuk titik masuk dan keluar, stop loss, dan target profit. Pengalaman saya sendiri, pemula jangan pernah ikut-ikutan membeli saat harga tinggi atau menjual saat harga jatuh, sebaiknya tunggu tren terbentuk dulu. Biasanya tren membutuhkan waktu minimal 5 menit untuk dikonfirmasi, setelah itu bisa pertimbangkan untuk membuka posisi.

Saya juga ingin menekankan beberapa poin yang saya pelajari dari praktik. Pertama, jangan sentuh mata uang yang tidak dipahami, mulai dari pasangan mata uang utama. Kedua, selalu perhatikan fluktuasi kurs, karena ini setiap hari berubah. Ketiga, diversifikasi portofolio, misalnya memegang deposito dolar dan dana Australia sekaligus untuk mengurangi risiko. Keempat, harus belajar mengatur stop loss dan take profit, karena risiko trading forex besar, stop loss adalah garis pertahanan terakhir untuk melindungi modal. Kelima, pilih platform trading yang baik, periksa apakah aman dan terpercaya, biaya masuk dan keluar wajar, serta alatnya lengkap.

Sejujurnya, menghasilkan uang dari nilai tukar terlihat sederhana, tapi sebenarnya membutuhkan banyak belajar dan praktik. Cara terbaik adalah latihan menggunakan akun demo, uji strategi trading dengan dana virtual, lihat bagaimana hasilnya di pasar nyata. Setelah memahami pasar lebih dalam, baru gunakan dana nyata. Modal untuk investasi mata uang asing memang tidak tinggi, bisa buka rekening di bank atau aplikasi, tapi untuk benar-benar mendapatkan keuntungan, dibutuhkan pengetahuan, pengalaman, dan disiplin. Semoga sharing ini bermanfaat untukmu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan