Saya baru-baru ini menyadari bahwa emas sedang mengalami fase aneh di tahun 2026 - setelah kenaikan gila yang mencapai angka-angka historis, mulai kehilangan kilauannya. Pertanyaan yang diajukan semua orang sekarang: kapan emas benar-benar akan turun? Atau apakah apa yang kita lihat hanyalah koreksi alami setelah kenaikan yang luar biasa?



Faktanya, situasinya lebih kompleks dari sekadar jawaban sederhana. Pasar dipengaruhi oleh dua kekuatan yang bertentangan - di satu sisi, suku bunga tinggi, dolar yang kuat, dan hasil obligasi yang baik menekannya, di sisi lain, ada permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor yang berusaha menjaga harga tetap stabil.

Izinkan saya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Emas memasuki 2026 dengan angka rekor baru, tetapi setelah data tenaga kerja AS yang kuat di bulan April (178 ribu pekerjaan baru), harga mulai merosot. Turun dari level tertingginya ke sekitar 4658 dolar, sebuah pergerakan tajam yang membuat banyak orang bertanya-tanya apakah ini awal tren penurunan yang nyata.

Tapi tunggu - ada 4 faktor tertentu yang menentukan apakah penurunan ini akan berlanjut atau tidak:

Pertama, suku bunga AS. Selama tetap tinggi, emas akan tetap tertekan. Investor lebih memilih obligasi yang memberi mereka hasil riil daripada logam yang tidak menghasilkan apa-apa. Jika Federal Reserve tetap bersikap keras, kapan emas akan turun? Jawabannya: segera dan dengan kekuatan.

Kedua, kekuatan dolar. Semakin kuat dolar, semakin mahal emas bagi pembeli di luar Amerika. Dan dolar saat ini berada pada performa kuartalan terbaik sejak akhir 2024.

Ketiga, hasil obligasi. Hasil obligasi 10 tahun melonjak dari 4,01% ke 4,44% hanya dalam bulan Maret. Ini berarti investor memiliki alternatif yang aman dan lebih menguntungkan daripada emas.

Keempat, pengambilan keuntungan. Setelah kenaikan 64% di 2025, wajar jika orang mulai mengamankan keuntungan mereka.

Tapi - dan ini penting - gambaran tidak seburuk itu. Bank sentral masih membeli dengan kuat. World Gold Council memperkirakan pembelian sekitar 850 ton di 2026. Ada permintaan investasi yang kuat terhadap dana emas yang diperdagangkan di bursa. Ketegangan geopolitik masih ada, dan emas tetap berfungsi sebagai tempat berlindung yang aman.

Institusi besar tidak sepakat pada satu angka, tetapi mereka sepakat pada satu hal: emas masih memiliki masa depan. JPMorgan memperkirakan emas akan mencapai 6300 dolar pada akhir 2026. Macquarie lebih konservatif di angka 4323 dolar. UBS memperkirakan 6200 dolar di beberapa periode tahun.

Jadi, jika Anda berpikir untuk membeli sekarang, jangan masukkan semua uang Anda sekaligus. Bagilah pembelian menjadi beberapa tahap - sebagian jika turun 5%, sebagian lagi jika turun 10%, dan seterusnya. Ini mengurangi rata-rata harga beli dan melindungi Anda dari penurunan mendadak.

Kalau Anda khawatir, Anda bisa membuka posisi jual melalui kontrak selisih (CFD) untuk mengurangi risiko. Dengan cara ini, penurunan tidak akan menjadi sumber rasa sakit saja.

Kesimpulannya? Kapan emas akan turun? Mungkin sedikit lagi, tetapi tren umum masih mempertahankan support yang kuat. Pasar saat ini bergoyang antara dua kekuatan, dan pemenangnya akan menjadi yang memahami mana yang akan menguasai dalam beberapa minggu mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan