Belakangan ini saya kembali tertarik pada sebuah komoditas yang cukup menarik yaitu bijih besi (iron ore adalah apa yang membuatnya diperdagangkan begitu banyak?). Sebenarnya apa itu iron ore juga tidak terlalu rumit - sederhana saja adalah logam besi yang diekstraksi untuk memproduksi baja, yang mencakup hingga 98% dari total tambang. Baja digunakan secara luas dalam konstruksi, infrastruktur, energi, bahkan produksi mobil listrik sehingga bijih besi selalu menjadi komoditas penting.



Tapi yang menarik di sini adalah apa? Harga bijih besi sangat dipengaruhi oleh Tiongkok - negara yang menguasai lebih dari 70% pangsa pasar impor global. Saya menyadari bahwa setiap perubahan di pasar properti atau kebijakan ekonomi Tiongkok selalu memicu fluktuasi harga besi. Contohnya tahun 2022, ketika Tiongkok menerapkan kebijakan Zero-covid, harga bijih besi turun lebih dari setengah karena permintaan baja menurun.

Pasokan juga merupakan faktor lain. Australia dan Brasil adalah dua negara produsen terbesar, dengan Australia menyumbang 34% dari produksi global. Setiap gangguan dari kedua negara ini - seperti bencana bendungan runtuh di Brumadinho Brasil tahun 2019 - dapat mendorong harga besi naik 20-30% dalam beberapa minggu.

Saya juga memperhatikan bahwa suku bunga Fed dan harga USD berpengaruh tidak langsung tetapi cukup kuat. Ketika Fed menaikkan suku bunga, USD menguat, sentimen investasi terhadap komoditas melemah, harga besi pun turun. Sebaliknya, saat Fed melonggarkan kebijakan, komoditas menjadi lebih menarik.

Melihat analisis teknikal, dari Mei hingga sekarang harga bijih besi Fe 62% masih berfluktuasi dalam area kotak, berputar di sekitar level 108. MACD menunjukkan tren naik, tetapi resistensi cukup tebal di area awan Kumo dan MA100. Jika menembus pola segitiga, harga bisa mencapai 111,8 atau 114,4.

Namun, secara fundamental prospeknya tidak terlalu cerah. Ekonomi Tiongkok masih sulit, pasar properti lesu, penjualan rumah menurun 28% pada Juli 2023. Sementara itu, pasokan dari Rio Tinto dan Vale tetap meningkat stabil 2-3% per tahun. Dalam jangka panjang, harga besi bisa terus turun ke sekitar 50 USD/MT jika regulasi lingkungan semakin ketat.

Perdagangan bijih besi memiliki banyak cara: kontrak berjangka di CME atau ICE, CFD di broker yang terlisensi, atau ETF seperti VanEck Vectors Steel ETF, saham Rio Tinto, Vale, BHP. Saya biasanya menggabungkan analisis fundamental (berdasarkan data Tiongkok, aktivitas penambangan) dengan analisis teknikal untuk mencari titik masuk yang baik.

Yang paling penting adalah manajemen risiko yang ketat. Jangan menaruh seluruh modal ke satu komoditas, diversifikasi portofolio, tetapkan stop loss yang masuk akal, gunakan leverage dengan hati-hati. Saya juga mencatat setiap transaksi untuk belajar dari kesalahan. Pasar bijih besi menawarkan banyak peluang, tetapi juga penuh risiko - hanya pengetahuan dan disiplin yang bisa membantu Anda meraih keuntungan jangka panjang.
BHP-4,99%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan