Krisis Hormuz terbesar dalam beberapa dekade harga minyak melonjak dan jatuh secara liar Saya melihat ini sebagai peluang yang tidak boleh dilewatkan oleh trader, tetapi harus tahu cara yang benar



Pada pertengahan Februari lalu, AS-Israel menyerang Iran menyebabkan Selat Hormuz ditutup Ini adalah titik balik besar di pasar energi karena selat ini adalah jalur ekspor minyak sekitar 31% dari dunia Membuat harga WTI dan Brent melonjak lebih dari 20% dalam satu hari, yang merupakan kondisi yang belum pernah dilihat oleh pelaku energi sejak tahun 1970-an

Sekarang harga WTI sekitar 90+ dolar per barel, sedangkan Brent melewati 100+ Sementara Goldman Sachs memperkirakan jika penutupan Hormuz berlangsung hingga 5 minggu, harga bisa mencapai 100-150 dolar Sering kali saya melihat trader ritel semakin tertarik pada pasar minyak, tetapi banyak yang masih bingung bagaimana cara trading minyak dengan benar

Di pasar forex dan pasar komoditas umum, ada banyak cara untuk mengakses minyak, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung modal dan pengalaman sendiri

Cara pertama adalah CFD yang paling populer di kalangan trader ritel, tidak perlu memiliki minyak asli, cukup menebak arah harga saja Simbol USOIL/WTI dan UKOIL/Brent bisa diperdagangkan 24 jam Keunggulannya adalah leverage tinggi, bisa mendapatkan keuntungan baik saat naik maupun turun, tetapi kekurangannya adalah dalam kondisi krisis seperti ini, volatilitas 25-30% per hari bisa menyebabkan Stop Loss terkena sebelum pasar bergerak ke arah yang diinginkan

Cara kedua adalah ETF minyak, risiko lebih rendah dari CFD dan Futures karena tidak ada leverage Cocok untuk pemula yang ingin investasi jangka panjang, mudah diperdagangkan melalui broker saham, tetapi peluang keuntungan lebih terbatas

Kontrak Futures adalah pilihan untuk investor berpengalaman, menggunakan leverage untuk mengontrol volume besar Saat harga melonjak, keuntungan juga akan sangat tinggi, tetapi kontrak memiliki tanggal kedaluwarsa, harus dikelola dengan hati-hati

Cara lain adalah berinvestasi di saham minyak, harga saham sebagian besar mengikuti harga minyak, mendapatkan manfaat dari dividen Juga mudah diperdagangkan melalui broker umum, tetapi harga saham tidak selalu bergerak langsung mengikuti harga minyak

Sedangkan membeli minyak secara fisik tidak cocok untuk investor ritel seperti kita karena membutuhkan modal puluhan juta, serta kompleksitas logistik, penyimpanan, dan regulasi

Yang saya anggap paling penting adalah manajemen risiko, selalu pasang Stop Loss di setiap order, kurangi ukuran posisi karena volatilitas ekstrem saat ini Ikuti berita dari AS-Iran 24 jam karena bahkan tweet atau pernyataan dari Gedung Putih bisa langsung mengubah arah pasar

Jangan gunakan leverage maksimal saat krisis, risiko jauh lebih tinggi dari biasanya dan pilih broker yang diawasi oleh otoritas terpercaya Pasar trading minyak ini memiliki peluang dan risiko besar keduanya Siapa yang memahami pasar dan mampu mengelola risiko dengan baik, peluang meraih keuntungan besar sangat terbuka Tetapi yang bermain sembarangan bisa kehilangan seluruh modalnya juga
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan