Baru saja menemukan sesuatu yang menarik dalam trading. Kebanyakan orang fokus pada MACD atau Moving Average, tetapi lupa bahwa ada indikator lain yang sangat membantu, yaitu Average True Range atau ATR. Ini adalah alat yang saya gunakan untuk mengukur volatilitas harga, bukan arah tren, tetapi membantu mengetahui seberapa kuat pergerakan harga.



ATR adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder sejak tahun 70-an, tetapi kebanyakan orang masih belum memahaminya dengan baik. Pentingnya average true range adalah memberi tahu kita tentang tingkat volatilitas harga, kapan pun di pasar. Ketika ATR tinggi, itu berarti harga sedang berfluktuasi banyak. Sebaliknya, jika ATR rendah, pergerakan harga cenderung kecil. Singkatnya, average true range adalah cara kita mengukur kerusakan pasar dalam setiap periode.

Cara kerjanya cukup sederhana. Ketika garis ATR melebar, harga setiap candlestick akan menjadi lebih besar, bergerak cepat, dan berbalik secara tidak normal. Ini adalah sinyal bahwa jangan terburu-buru membuat keputusan saat ini. Tetapi ketika ATR berada di zona rendah, harga hampir tidak bergerak sama sekali, dan ini adalah waktu untuk menunggu rebound.

Keuntungan utama ATR adalah membantu menentukan titik Stop Loss dan Take Profit dengan akurat. Misalnya, jika ATR berada di 8,2 poin, Anda bisa menetapkan Take Profit di harga saat ini + 8,2 dan Stop Loss di harga saat ini - 8,2. Atau, jika ingin jarak yang lebih lebar, gunakan ATR x 2. Cara ini membantu manajemen risiko Anda menjadi lebih sistematis.

Dalam trading harian, average true range adalah alat yang sangat membantu karena memberi gambaran apakah harga akan bergerak kuat atau tenang dalam periode tertentu. Saat pasar dibuka di pagi hari, ATR biasanya melonjak tinggi, lalu perlahan menurun saat momentum melemah. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan trading jangka pendek, tetapi membutuhkan pengalaman untuk menentukan titik masuk dan keluar yang tepat.

Perbedaan antara ATR dan Momentum adalah ATR melihat volatilitas, sedangkan Momentum melihat percepatan pergerakan. Ketika ATR tinggi tetapi Momentum rendah, harga berfluktuasi besar tetapi tidak memiliki kekuatan. Sebaliknya, jika ATR rendah tetapi Momentum tinggi, harga cenderung memiliki tren yang jelas dan kuat.

Penggunaan average true range sangat mudah. Saat ini, Anda tidak perlu menghitung sendiri karena sudah tersedia di hampir semua platform trading. Nilai yang paling umum digunakan adalah ATR 14 hari, yang dihitung dari True Range selama 14 hari terakhir. Rumus dasarnya adalah TR = nilai tertinggi antara [(H-L), |H-C|, |L-C|], lalu ambil rata-rata TR tersebut.

Kesimpulannya, jika Anda belum menggunakan ATR, cobalah kombinasikan dengan alat lain seperti MACD atau RSI. Ini akan membantu membuat keputusan trading Anda lebih akurat, terutama dalam menentukan manajemen risiko yang tepat. Tidak perlu lagi tebak-tebakan secara sembarangan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan