Belakangan ini saya menemukan semakin banyak orang di sekitar saya yang mempelajari investasi valas, dan banyak yang bertanya bagaimana cara menghasilkan uang dari membeli dan menjual mata uang asing. Sejujurnya, volume perdagangan di pasar valas memang luar biasa, dengan transaksi harian lebih dari 6 triliun dolar AS di seluruh dunia, jauh melampaui saham dan obligasi sebagai instrumen investasi tradisional.



Sebenarnya inti dari membeli dan menjual mata uang asing adalah mendapatkan keuntungan dari selisih kurs. Singkatnya, selisih kurs adalah perbedaan harga tukar mata uang yang sama pada waktu atau saluran yang berbeda. Saya sendiri telah mencoba beberapa metode, mulai dari deposito bank dengan risiko rendah hingga perdagangan leverage dengan risiko tinggi, masing-masing memiliki cara bermainnya sendiri.

Pertama, mari bahas cara paling aman—deposit bank dalam mata uang asing. Ini adalah yang paling rendah ambang batasnya dan risiko paling kecil, cukup dengan membuka rekening mata uang asing di bank. Banyak orang Taiwan suka menyimpan dolar AS atau Rand Afrika Selatan, terutama karena tingkat bunga yang tinggi. Namun, perlu diingat bahwa saat ini Amerika Serikat sedang dalam siklus penurunan suku bunga, sehingga dolar AS berpotensi mengalami depresiasi, jadi tidak disarankan untuk melakukan posisi beli besar-besaran dolar saat ini. Deposito utama mendapatkan keuntungan dari bunga, jika ingin mendapatkan keuntungan dari selisih kurs, metode ini kurang cocok.

Jika ingin lebih fleksibel dalam mendapatkan keuntungan dari selisih kurs, bisa mempertimbangkan dana valas atau trading margin valas. Dana valas termasuk risiko menengah, menggabungkan instrumen mata uang dan investasi, misalnya jika yakin yen akan menguat dan pasar saham Jepang murah, bisa membeli dana yang dihitung dalam yen, sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari fluktuasi kurs dan harga saham sekaligus.

Trading margin valas adalah cara berisiko tinggi namun juga berpotensi tinggi. Keunggulan utamanya adalah bisa menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, biasanya dari puluhan kali hingga ratusan kali lipat. Saya pernah melihat orang yang saat yen menguat besar-besaran, menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat. Selain itu, spread harga beli/jual di platform trading valas biasanya jauh lebih kecil daripada di bank, yang biasanya mengenakan biaya lebih dari 0,3%, sedangkan spread di platform bisa kurang dari 0,01%, ini sangat menguntungkan trader jangka pendek karena mengurangi biaya transaksi.

Mengenai strategi trading, saya rangkum beberapa yang umum digunakan. Perdagangan dalam kisaran cocok saat pasar sedang sideways, yaitu menjual di resistance dan membeli di support, tetapi harus disiplin dalam stop-loss, karena jika melewati batas kisaran, kerugian bisa sangat besar. Trading tren adalah menangkap tren kenaikan atau penurunan yang jelas, biasanya berlangsung lebih lama, dan setelah tren terbentuk, cenderung lebih stabil.

Jika suka trading jangka pendek, day trading mungkin lebih cocok. Metode ini didorong oleh berita, seperti keputusan bank sentral, rilis data ekonomi, dan waktu-waktu tertentu, di mana nilai tukar sering mengalami volatilitas mendadak. Menangkap peluang ini bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Pengalaman saya adalah harus cepat dan tegas, jangan menunda-nunda, karena jika terlalu lama, bisa berbalik menjadi kerugian jangka panjang.

Trading swing berada di antara day trading dan trading tren, menggabungkan analisis teknikal dan fundamental, untuk menangkap sinyal breakout ke atas, breakdown ke bawah, atau pembalikan tren. Posisi trading adalah memegang posisi dalam jangka panjang tanpa sering melakukan transaksi, tetapi harus menemukan titik masuk dengan biaya rendah.

Mengapa banyak orang memilih membeli dan menjual mata uang asing? Pertama, penggunaannya sangat luas, seperti untuk perjalanan ke luar negeri, belanja internasional, dan perdagangan internasional. Kedua, arah pasar valas relatif mudah dipahami, selama memahami kebijakan suku bunga dan kebijakan moneter negara terkait, kita bisa memperkirakan arah kurs. Ketiga, pasar valas sangat likuid, beroperasi 24 jam sehari, dan tidak mudah dikendalikan oleh pihak besar, sehingga transparansi tinggi.

Untuk waktu transaksi, bank biasanya buka dari pukul 9 pagi sampai 3:30 sore, dan tutup saat akhir pekan dan hari libur. Tapi, trading margin valas tidak memiliki bursa pusat, terbagi dalam empat sesi perdagangan: London, Sydney, Tokyo, dan New York. Karena tumpang tindihnya waktu, secara dasar bisa dilakukan transaksi nonstop 24 jam.

Secara umum, tidak ada cara pasti terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari selisih kurs, kuncinya adalah menyesuaikan dengan toleransi risiko, kebiasaan trading, dan modal yang dimiliki. Dengan riset yang tekun, pasar valas bisa menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan sesuai kemampuan. Disarankan untuk berlatih dulu dengan akun demo, mengasah teknik, baru kemudian masuk dengan uang asli.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan