Sejak mulai trading Forex, saya melihat bahwa kebanyakan orang hanya memperhatikan harga pasangan mata uang tertentu saja, tidak terlalu peduli bagaimana pergerakan pasangan mata uang lainnya. Padahal hal itu sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Masalah ini adalah korelasi Forex.



Korelasi antar pasangan mata uang (Forex correlation) adalah pengukuran seberapa banyak dua atau lebih pasangan mata uang bergerak dalam arah yang sama atau berlawanan. Jika Anda memahami hal ini dengan baik, Anda dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keuntungan secara signifikan.

Dasar yang perlu diketahui adalah koefisien korelasi, yang nilainya berkisar dari -1 sampai 1. Jika +1, berarti semua bergerak dalam arah yang sama. Jika -1, berarti bergerak berlawanan. Jika 0, menunjukkan tidak ada hubungan sama sekali.

Contoh yang jelas, jika Anda melihat pasangan mata uang yang menggunakan USD sebagai mata uang kedua, seperti EUR/USD, AUD/USD, GBP/USD, biasanya memiliki korelasi positif. Mengapa? Karena mereka cenderung bergerak mengikuti kekuatan dolar AS. Jika USD menguat, semua turun. Jika USD melemah, semua naik.

Contoh lain yang menarik adalah AUD/USD dan USD/CAD, yang memiliki korelasi negatif sekitar -89,6%. Ini berarti saat AUD/USD naik, USD/CAD cenderung turun. Jadi, jika Anda melakukan trading kedua pasangan ini dalam arah yang sama, risiko akan meningkat karena mereka bergerak berlawanan.

Dalam pasar nyata, data ekonomi, pernyataan dari bank sentral, atau peristiwa politik mempengaruhi korelasi Forex sepanjang waktu. Kadang hubungan yang pernah ada bisa berubah. Oleh karena itu, perlu selalu memantau dan mengikuti perkembangan.

Penggunaan korelasi Forex dalam trading memiliki banyak manfaat. Jika Anda tahu pasangan mana yang memiliki korelasi positif tinggi, sebaiknya tidak melakukan trading keduanya dalam arah yang sama karena itu seperti trading satu pasangan saja. Risiko tidak tersebar. Sebaliknya, jika ingin mengurangi risiko, pilih pasangan mata uang dengan korelasi negatif. Trading keduanya dalam posisi berlawanan akan membantu mengimbangi kerugian satu sisi dengan keuntungan sisi lain.

Ada juga pendekatan lain yang disebut pairs trading. Teknik ini memanfaatkan hubungan antara pasangan mata uang. Ketika hubungan tersebut menyimpang dari biasanya, Anda bisa melakukan trading dengan asumsi bahwa hubungan itu akan kembali ke kondisi normal.

Hal penting lainnya adalah sentimen risiko pasar. Saat pasar dalam mode risk-on, investor cenderung masuk ke aset berisiko tinggi seperti AUD, NZD, sehingga menguat. Sementara JPY dan USD, yang dianggap lebih aman, cenderung melemah. Sebaliknya, saat pasar risk-off, situasinya berbalik.

Yang perlu diwaspadai adalah korelasi bukan satu-satunya alat pengambilan keputusan. Harus digunakan bersama analisis lain seperti analisis teknikal atau fundamental. Hubungan yang pernah ada di masa lalu tidak selalu akan berlanjut di masa depan.

Jika Anda mempelajari korelasi Forex dengan baik, ini akan membantu Anda membangun portofolio yang beragam dan mengelola risiko dengan lebih baik. Itulah dasar dari trading yang berkelanjutan.
EURUSD100-0,38%
AUDUSD-1,03%
GBPUSD-0,63%
USDCAD0,23%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan