Ada satu hal yang saya lihat bahwa sebagian besar investor belum memahami secara mendalam, yaitu faktor-faktor yang menentukan permintaan dan penawaran apa saja, karena jika tidak bisa memikirkannya, sulit untuk memprediksi arah harga secara akurat.



Sebenarnya, permintaan (Demand) dan penawaran (Supply) sangat sederhana - yaitu kekuatan beli dan kekuatan jual. Ketika ada yang ingin membeli lebih banyak daripada yang ingin menjual, harga akan naik, dan sebaliknya. Masalah yang rumit adalah memahami apa saja faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran yang menggerakkan kedua kekuatan ini.

Di sisi permintaan, tidak hanya tergantung pada harga saja. Ketika ekonomi membaik, orang memiliki lebih banyak uang, dan keinginan untuk berinvestasi juga meningkat. Suku bunga yang rendah juga berpengaruh - investor akan keluar dari obligasi dan mencari imbal hasil yang lebih baik di saham. Selain itu, kepercayaan pasar sangat penting. Jika berita baik datang, atau ada prediksi bahwa perusahaan akan tumbuh, semua orang ingin membeli.

Sedangkan penawaran, faktor penentu permintaan dan penawaran di bagian ini berkaitan dengan berapa banyak saham yang beredar. Perusahaan melakukan peningkatan modal atau buyback saham, ini mempengaruhi jumlah saham di pasar. IPO baru menambah pasokan. Kebijakan pajak, biaya produksi, semua ini mempengaruhi apakah orang bersedia menjual atau tidak.

Setelah memahami apa saja faktor yang menentukan permintaan dan penawaran, kita masuk ke hal yang benar-benar penting - keseimbangan (Equilibrium). Harga yang sebenarnya terjadi di pasar terjadi di titik di mana kekuatan beli dan jual seimbang. Jika kita bisa memprediksi di mana titik ini berada, kita tahu ke mana harga seharusnya bergerak.

Dalam teknik trading, kita melihat Price Action - lilin hijau menunjukkan kekuatan beli menang, lilin merah menunjukkan kekuatan jual menang. Melihat tren, jika membuat titik tertinggi baru secara berkelanjutan, menunjukkan permintaan masih kuat. Jika membuat titik terendah baru terus-menerus, menunjukkan penawaran yang menang.

Support (Dukungan) adalah titik di mana orang menunggu untuk membeli. Resistance (Perlawanan) adalah titik di mana orang menunggu untuk menjual. Keduanya muncul karena investor dari berbagai kelompok memiliki pandangan berbeda tentang harga wajar dari aset tersebut.

Teknik Demand Supply Zone cocok untuk menangkap momentum - ada dua tipe utama: trading saat harga berbalik (Reversal), misalnya harga turun lalu membentuk basis (Drop Base Rally), saat ini kekuatan beli mulai kembali, atau harga naik lalu membentuk basis (Rally Base Drop), di mana kekuatan jual mulai masuk. Dan trading mengikuti tren lanjutan (Continuation), di mana harga baru saja keluar dari basis dan melanjutkan arah yang sama.

Singkatnya, jika memahami apa saja faktor yang menentukan permintaan dan penawaran, dan mampu membaca kekuatan beli jual di pasar, maka kita memiliki cukup informasi untuk membuat keputusan investasi atau trading yang lebih baik. Hal ini tidak sulit, tetapi perlu latihan dan pengamatan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan