Pasar A saham di masa lalu, dan juga pasar kripto dalam beberapa tahun terakhir, memiliki sebuah pepatah yang sangat terkenal:


“Trading adalah melawan sifat manusia.”
Tapi saya pikir, kalimat ini sering salah, bahkan bisa berbahaya.
Orang seperti apa yang percaya pada kalimat ini:
Langsung terjebak saat membeli,
Langsung naik saat menjual,
Naikkan posisi saat harga tinggi,
Jual panik saat takut.
Semakin sering gagal, selalu tidak bisa menemukan jalur keuntungan yang stabil, dan tidak mau mengakui bahwa mereka hanya tidak memahami pasar, maka mereka hanya bisa mencari sebuah kalimat yang terdengar canggih untuk membenarkan tindakan dan hasil mereka.
“Bukan saya yang salah, tapi sifat manusia yang salah.”
Kalimat ini terdengar mendalam, tetapi sebenarnya sering kali hanya sebagai penghiburan diri bagi yang gagal.
Lebih penting lagi, di pasar di mana kebanyakan orang merugi, narasi ini sangat mudah untuk menciptakan resonansi. Karena para gagal butuh penjelasan, yang merugi butuh penghiburan, yang bingung butuh alasan filosofis.
Maka, “Trading adalah melawan sifat manusia” berubah dari sekadar rangkuman pengalaman, menjadi semacam hipnosis kolektif.
Tapi jika kamu lihat pasar saham AS, atau pasar kripto awal, kepercayaan utama bukanlah “melawan sifat manusia.”
Narasi utama pasar saham AS dalam jangka panjang adalah:
Buy and Hold.
Sedangkan kepercayaan inti dari Bitcoin dan pasar kripto awal juga adalah:
All-in, tahan, melewati siklus.
Bahkan lahirlah kekayaan keluarga yang diwariskan dari investasi saham, dan komunitas hodler di dunia Bitcoin.
Mengapa?
Karena struktur dasar dari pasar yang berbeda berbeda pula.
Dasar utama pasar saham AS adalah sistem jangka panjang berbasis hukum, perlindungan hak milik, ekonomi pasar, inovasi teknologi, dan stabilitas sistem. Sistem ini dalam beberapa dekade terakhir sangat memacu semangat kewirausahaan, efisiensi modal, dan kreativitas manusia.
Jadi, dalam pasar ini, sering kali mengikuti sifat manusia yang tamak, optimis, dan berorientasi jangka panjang justru adalah hal yang benar.
Bukan berarti harus selalu “melawan sifat manusia.”
Tapi masalahnya, tidak ada sistem yang bersifat perpetual motion.
Dari evolusi alam semesta, perkembangan masyarakat manusia, hingga operasi pasar modal, siklus ada di mana-mana.
Sistem memiliki siklus, industri memiliki siklus, likuiditas memiliki siklus, dan preferensi risiko juga memiliki siklus.
Bahkan pasar saham AS, bahkan Warren Buffett yang mewakili prinsip jangka panjang, tidak akan selalu memegang saham tanpa henti. Ia akan menjual saat valuasi terlalu tinggi dan rasio risiko-imbalan tidak menguntungkan, serta menimbun kas menunggu peluang baru.
Inilah siklus yang benar-benar harus dipahami oleh investor dewasa.
Jadi, trading bukan sekadar “melawan sifat manusia.”
Kesulitan utama dalam trading adalah:
Kamu harus tahu kapan harus mengikuti sifat manusia,
Kapan harus menahan diri dari sifat manusia;
Kapan harus percaya tren,
Kapan harus waspada terhadap gelembung;
Kapan harus memegang jangka panjang,
Kapan harus tegas keluar.
Trader pemula sering menyalahkan kerugian mereka pada sifat manusia.
Trader biasa mencoba melawan sifat manusia.
Trader tingkat tinggi memahami sifat manusia, memanfaatkannya, dan akhirnya mengikuti siklus.
Pasar tidak pernah ada untuk menghukum sifat manusia, yang benar-benar dihukum adalah mereka yang mengganti pemikiran dengan slogan.
BTC1,15%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan