Saya baru saja menyadari bahwa banyak orang masih bingung tentang apa yang sebenarnya menggerakkan harga aset, baik itu saham, emas, minyak, atau bahkan Bitcoin yang disebut sebagai permintaan dan penawaran, apa sebenarnya itu? Itu adalah pertanyaan yang sering saya lihat dari trader pemula.



Lalu mengapa ini penting? Karena jika Anda memahami mekanisme ini, Anda akan dapat membaca pasar dengan jauh lebih baik, baik menggunakan analisis fundamental maupun analisis teknikal.

Pada kenyataannya, permintaan dan penawaran hanyalah keinginan untuk membeli dan keinginan untuk menjual. Ketika kita memplotnya, kita akan melihat adanya kurva permintaan (Demand Curve) yang menunjukkan jumlah yang ingin dibeli oleh pembeli pada setiap tingkat harga, dan kurva penawaran (Supply Curve) yang menunjukkan jumlah yang ingin dijual oleh penjual pada setiap tingkat harga.

Aturan dasar ini cukup sederhana. Ketika harga naik, keinginan untuk membeli akan menurun, tetapi keinginan untuk menjual akan meningkat. Sebaliknya, ketika harga turun, keinginan untuk membeli akan meningkat, sementara keinginan untuk menjual akan menurun. Alasan di balik ini ada dua faktor yang bekerja. Pertama adalah efek pendapatan. Ketika harga turun, dompet Anda akan terasa lebih berat, Anda memiliki lebih banyak uang tunai untuk membeli barang. Kedua adalah efek pengganti. Ketika harga barang turun, barang tersebut tampak lebih menarik dibandingkan barang lain yang serupa.

Faktor yang mempengaruhi keinginan untuk membeli ini sangat beragam, mulai dari pendapatan, selera pembeli, jumlah konsumen, hingga perkiraan harga di masa depan. Tetapi saat ini, kita juga melihat kejadian tak terduga yang terjadi, seperti situasi di Timur Tengah. Ketika Selat Hormuz ditutup, permintaan minyak melonjak karena jalur pengangkutan dihentikan, menyebabkan permintaan besar-besaran.

Di sisi penawaran, ini berkaitan dengan penjual yang bersedia menawarkan barang dalam jumlah tertentu pada setiap tingkat harga. Aturan penawaran juga sama. Ketika harga naik, penjual akan ingin menjual lebih banyak. Ketika harga turun, mereka akan mengurangi jumlah penjualan. Faktor yang mempengaruhi penawaran meliputi biaya produksi, harga barang lain yang bisa diproduksi sebagai pengganti, jumlah pesaing, teknologi, dan perkiraan harga.

Pada tahun 2026, kita memiliki contoh yang baik dari Supply Shock ketika Selat Hormuz ditutup akibat perang di Iran. Minyak mentah sekitar 20 persen dari dunia hilang dari pasar secara mendadak. Sementara permintaan energi tetap sama, harga minyak melonjak dengan cepat karena kekurangan barang. Ini adalah demonstrasi sempurna tentang apa itu permintaan dan penawaran, dan bagaimana keduanya mempengaruhi harga.

Sekarang, yang menarik adalah titik di mana kurva permintaan dan kurva penawaran bertemu, disebut keseimbangan (Equilibrium). Pada titik ini, harga dan jumlah cenderung tidak berubah karena adanya keseimbangan. Jika harga naik, penjual akan ingin menjual lebih banyak, tetapi pembeli akan mengurangi jumlahnya, menyebabkan stok menumpuk, yang menekan harga kembali turun. Sebaliknya, jika harga turun, pembeli akan ingin membeli lebih banyak, tetapi penjual akan mengurangi jumlahnya, menyebabkan kekurangan barang, yang mendorong harga naik kembali.

Dalam pasar keuangan, prinsip ini juga berlaku. Faktor yang mempengaruhi permintaan di pasar saham termasuk pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan kepercayaan investor. Ketika suku bunga rendah, investor cenderung mencari hasil di pasar saham. Faktor yang mempengaruhi penawaran meliputi keputusan perusahaan tentang peningkatan modal atau buyback saham, pencatatan saham baru melalui IPO, dan regulasi pasar.

Ketika berbicara tentang analisis fundamental, harga saham didorong oleh permintaan dan penawaran, tetapi bukan berasal dari saham itu sendiri. Melainkan dari keinginan untuk membeli perusahaan tersebut. Ketika proyeksi kinerja perusahaan positif, pembeli akan bersedia membeli dengan harga lebih tinggi, dan penjual akan menahan diri dari menjual, sehingga harga naik. Sebaliknya, jika proyeksi buruk, pembeli akan menahan diri, dan penjual akan bersedia menurunkan harga, sehingga harga turun.

Dari sudut pandang analisis teknikal, masalah apa itu permintaan dan penawaran juga diatasi dengan berbagai alat. Contohnya adalah candlestick yang menunjukkan kekuatan pembeli dan penjual yang bertempur. Candlestick berwarna hijau menunjukkan permintaan yang kuat, sedangkan candlestick merah menunjukkan penawaran yang kuat. Doji menunjukkan kekuatan yang seimbang antara keduanya.

Analisis tren harga juga merupakan metode yang baik. Jika harga terus membuat titik tertinggi baru, ini menunjukkan permintaan yang kuat. Sebaliknya, jika harga terus membuat titik terendah baru, ini menunjukkan penawaran yang kuat. Menemukan support dan resistance juga membantu. Support biasanya adalah titik di mana permintaan menunggu untuk membeli, dan resistance adalah titik di mana penawaran menunggu untuk menjual.

Zona Permintaan dan Penawaran (Demand Supply Zone) cukup populer, dengan mencari momen ketika harga kehilangan keseimbangan dan cenderung berfluktuasi mencari keseimbangan baru. Ada dua pendekatan utama: trading di titik pembalikan dan mengikuti tren.

Dalam trading di titik pembalikan, kita memiliki DBR (Demand Zone Drop Base Rally), yang terjadi setelah penurunan cepat dan diikuti konsolidasi. Ketika kekuatan beli mengatasi, harga menembus resistance dan naik. Trader bisa masuk saat breakout. Sebaliknya, RBD (Supply Zone Rally Base Drop) terjadi setelah kenaikan cepat dan konsolidasi, dan ketika kekuatan jual mengatasi, harga menembus support dan turun.

Untuk trading mengikuti tren, RBR (Demand Zone Rally Base Rally) terjadi saat kenaikan berkelanjutan dengan konsolidasi, dan ketika faktor baru muncul, harga terus naik. DBD (Supply Zone Drop Base Drop) terjadi saat penurunan berkelanjutan dengan konsolidasi, dan ketika faktor negatif muncul, harga terus turun.

Akhirnya, apa itu permintaan dan penawaran adalah bagian penting yang digunakan oleh ekonom, trader, dan investor untuk memahami pasar. Baik untuk menilai harga maupun memprediksi tren. Pemahaman ini mungkin tampak sulit pada awalnya, tetapi jika Anda berlatih dan belajar dari harga nyata di pasar, ini akan menjadi intuisi Anda. Menurut saya, ini adalah dasar terpenting bagi siapa saja yang ingin trading atau berinvestasi secara serius.
BTC-3,05%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan