Baru-baru ini saya sedang mempelajari perdagangan pra-pembukaan saham AS, dan menemukan bahwa hal ini memang memiliki banyak hal yang perlu diperhatikan. Banyak orang tidak tahu apa itu perdagangan pra-pembukaan saham AS, sebenarnya itu adalah jendela perdagangan sebelum pasar resmi dibuka, mulai dari pukul 4 pagi hingga 9:30 pagi. Waktu ini terlihat tidak mencolok, tetapi bagi investor yang ingin membeli di harga rendah atau menghindari risiko, peranannya cukup besar.



Saya memperhatikan bahwa keuntungan terbesar dari perdagangan pra-pembukaan saham AS adalah dapat merespons berita mendadak lebih awal. Misalnya, perusahaan merilis berita penting di luar jam perdagangan, atau terjadi sesuatu di pasar luar negeri saat malam hari, perdagangan pra-pembukaan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan posisi pertama kali. Mekanisme penemuan harga ini sebenarnya sangat penting, karena reaksi peserta pasar sebelum pembukaan sering kali langsung mempengaruhi harga pembukaan. Saya pernah melihat sebuah kasus, Alibaba karena rencana pengurangan saham oleh pendirinya terungkap, langsung turun lebih dari 8% sebelum pasar dibuka, dan harga pembuka dibandingkan penutupan hari sebelumnya turun 8,67%. Ini adalah bukti kekuatan perdagangan pra-pembukaan.

Namun, perdagangan pra-pembukaan saham AS juga memiliki batasan yang jelas. Pertama, hanya bisa menggunakan order limit, tidak bisa memasang order pasar, karena jumlah peserta yang sedikit dan likuiditas yang rendah, order pasar mudah dipukul keluar dengan harga di luar ekspektasi. Kedua, harus mencari broker yang mendukung perdagangan pra-pembukaan, seperti Fidelity, Charles Schwab, dan Webull, yang semuanya mendukung, tetapi jam operasinya berbeda-beda. Webull adalah yang paling awal, mulai dari pukul 4 waktu Timur.

Berbicara tentang perdagangan setelah pasar tutup, banyak orang mudah bingung dengan perdagangan pra-pembukaan. Sebenarnya, perdagangan setelah pasar tutup adalah melanjutkan transaksi dari pukul 4 sore hingga 8 malam, secara esensial sama dengan pra-pembukaan—likuiditas rendah, volatilitas tinggi, dan hanya bisa menggunakan order limit. Saya pernah melihat contoh Nvidia, selama jam perdagangan normal volatilitasnya lebih dari 2%, tetapi setelah pasar tutup, karena tidak ada berita baru yang masuk, harga malah menjadi lebih stabil. Ini menunjukkan bahwa waktu setelah pasar tutup sebenarnya adalah waktu pasar menjadi tenang dan melakukan penetapan harga secara rasional.

Jika ingin bertransaksi di pra-pembukaan atau setelah pasar tutup, saran saya adalah mengikuti berita secara ketat. Biasakan memperhatikan fundamental perusahaan, dan segera bereaksi jika ada berita penting. Selain itu, jangan serakah, atur harga beli yang lebih rendah dari harga ideal atau harga jual yang lebih tinggi saat pra-pembukaan, karena sering kali bisa mendapatkan keuntungan tak terduga. Yang paling penting adalah manajemen risiko, kurangi volume transaksi, waspadai penawaran yang tidak wajar, dan pantau perkembangan terbaru secara dekat.

Selain pra-pembukaan dan setelah pasar tutup, ada satu cara lain yaitu menggunakan kontrak selisih harga (CFD). Instrumen ini tidak dibatasi oleh waktu bursa, sebagian besar mendukung perdagangan 24 jam, sehingga lebih fleksibel. Platform seperti Mitrade menyediakan CFD saham AS, mulai dari investasi 50 dolar, juga mendukung leverage dan short selling, sangat ramah untuk investor kecil. Secara umum, meskipun peluang di pra-pembukaan dan setelah pasar tutup banyak, risikonya juga besar, jadi perlu belajar dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum bertransaksi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan