Apa itu "Tiddoi"? Pertanyaan ini saya rasa adalah sesuatu yang harus ditanyakan oleh setiap investor setidaknya sekali. Saya ingat saat pertama kali masuk ke dunia ini, saya juga seperti orang lain yang tidak tahu apa arti kata ini. Tapi setelah pernah mengalami "tiddoi", saya langsung mengerti.



Apa itu "tiddoi" adalah situasi di mana Anda membeli aset, seperti saham, kripto, atau instrumen lain, dengan pikiran bahwa harganya akan naik. Tapi ternyata harga justru turun secara tajam. Alih-alih menjualnya, Anda masih berpikir bahwa suatu hari nanti harga pasti akan naik lagi. Jadi Anda memilih untuk menahan terus. Itulah yang disebut "tiddoi".

Mengapa hal ini bisa terjadi? Saya telah melihat banyak kasus. Kasus pertama adalah orang yang membeli saham mengikuti tren, mengikuti suasana pasar yang sedang ramai, tanpa mempelajari dasar-dasarnya sama sekali. Misalnya saham bernama ABC yang selama setengah tahun harganya tetap di 5 baht, volume perdagangan tidak banyak. Tapi tiba-tiba harganya naik menjadi 6 baht, 10 baht. Orang-orang pun melihat suasana yang panas, tanpa pikir panjang langsung membeli, berharap harga akan terus naik. Tapi setelah banyak pemilik saham menjual semuanya, harga pun turun dengan cepat, tinggal 3 baht. Mereka yang membeli saat harga 10 baht pun sudah "tiddoi".

Kasus kedua adalah membeli berdasarkan rumor yang tidak jelas asal-usulnya. Mendengar bahwa investor besar akan ikut berinvestasi, harga saham pun melonjak tinggi. Tapi sebenarnya, berita itu hanyalah strategi dari pemilik saham untuk menciptakan viral. Membuat orang-orang masuk membeli dalam jumlah besar. Setelah mereka menjual semuanya, berita pun hilang, volume perdagangan menurun, dan harga pun jatuh. Mereka yang percaya pada berita itu pun sudah "tiddoi".

Kasus ketiga adalah membeli saham yang bagus tapi saat harganya mahal. Saya mempelajari saham MOE dengan baik, melihat pertumbuhan yang baik, dasar yang kuat, rasio P/E juga oke. Jadi saya memutuskan membeli dalam jumlah besar. Tapi saya membeli saat harganya sudah tinggi. Ketika manajemen mengumumkan bahwa pertumbuhan kinerja melambat dan masa depan tidak cerah, harga pun turun. Saya pun sudah "tiddoi".

Bagaimana cara mencegah "tiddoi"? Menurut saya, cara yang paling penting adalah menetapkan Stop Loss dengan jelas sejak saat membeli. Tentukan berapa kerugian yang bisa diterima, misalnya membeli saham UAA seharga 20 baht, dan bersedia rugi 5%, yaitu 1 baht. Jika harga turun ke 19 baht, harus langsung jual tanpa menunggu lagi. Jangan tunggu harga terus turun.

Cara kedua adalah menetapkan titik jual untuk mengambil keuntungan. Jika Anda seorang trader, harus masuk dengan cepat dan keluar dengan keuntungan. Tidak perlu menunggu harga naik terlalu tinggi. Misalnya membeli saham DEF seharga 5 baht, 5000 lembar, dan berencana menjual saat harga mencapai 5,2 baht. Begitu harga menyentuh, langsung jual. Mendapatkan keuntungan 1000 baht. Cara ini disebut scalping.

Cara ketiga, yang saya anggap paling penting, adalah mempelajari dasar saham sebelum membeli. Jangan hanya mengikuti tren atau emosi. Periksa apakah kinerja perusahaan tersebut bagus, apakah mampu menghasilkan keuntungan, apakah harga yang ditawarkan wajar. Membeli berdasarkan emosi bisa membuat kita terburu-buru saat ini, tapi kemudian menyesal di kemudian hari.

Cara keempat, saya ingin membahas "averaging down", yaitu teknik yang sangat baik bagi orang yang sudah "tiddoi". Misalnya saya membeli saham seharga 1 baht, 1000 lembar, dengan uang 1000 baht. Tapi ternyata harga turun menjadi 0,5 baht, saya punya sisa 500 baht. Tapi saya sudah tahu bahwa saham ini dasar yang bagus, jadi saya membeli lagi 2000 lembar dengan uang 1000 baht. Sekarang saya memiliki 3000 lembar saham, dengan total investasi 2000 baht. Rata-rata biaya per lembar menjadi 0,67 baht. Jika harga naik di atas 0,67 baht, saya sudah mendapatkan keuntungan dan bisa "tiddoi" dengan baik.

Kesimpulannya, apa itu "tiddoi"? Adalah keputusan yang salah saat membeli, seperti membeli saat seharusnya tidak membeli, atau membeli saat harga sudah tinggi. Tapi yang penting, kita bisa mencegahnya jika kita memahaminya dengan baik, belajar sebelum membeli, menetapkan Stop Loss dan titik jual dengan jelas. Dengan begitu, peluang "tiddoi" bisa dikurangi secara signifikan. Dan jika sudah "tiddoi", ada cara averaging down. Saya percaya bahwa investasi yang hati-hati dan memahami pasar akan membantu Anda menghindari situasi menyedihkan seperti ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan