Southwest Melarang Robot dari Penerbangan Setelah Insiden Viral

Southwest melarang robot humanoid dari penerbangan setelah insiden di dalam pesawat baru-baru ini yang menimbulkan kekhawatiran keselamatan tentang mesin bertenaga baterai

IsiInsiden Robot Viral Mendorong Perubahan KebijakanBaterai Lithium-Ion Menimbulkan Kekhawatiran KeamananPengawasan Ekspansi Robot oleh Maskapai LainMaskapai kini melarang robot seperti manusia dan binatang di kabin dan bagasi terdaftar, terlepas dari ukuran atau tujuan

Kebijakan ini berfokus pada risiko baterai lithium-ion dan muncul saat penggunaan robotik berkembang di seluruh bandara dan ruang publik.

Insiden Robot Viral Mendorong Perubahan Kebijakan

Southwest Airlines mengonfirmasi aturan tersebut melalui pembaruan kebijakan bagasinya. Keputusan ini diambil setelah laporan viral yang melibatkan penumpang yang membawa robot humanoid ke dalam penerbangan.

Satu penerbangan di Oakland dilaporkan tetap di landasan sementara kru memutuskan bagaimana mengamankan robot humanoid tersebut. Pesawat lepas landas setelah robot ditempatkan di kursi jendela dan baterainya dilepas.

Kasus lain melibatkan pengusaha Dallas, Aaron Mehdizadeh, yang membeli kursi terpisah untuk robotnya, Stewie, yang setinggi 3,5 kaki, pada penerbangan dari Las Vegas ke Dallas

Robot tersebut menggunakan baterai yang lebih kecil untuk pemeriksaan keamanan dan difilmkan berjalan melalui terminal sebelum naik pesawat.

Baterai Lithium-Ion Menimbulkan Kekhawatiran Keamanan

Southwest menyebut baterai lithium-ion sebagai kekhawatiran utama di balik larangan ini. Banyak robot seperti manusia dan binatang bergantung pada paket baterai besar, yang dapat menimbulkan risiko kebakaran selama perjalanan udara.

Federal Aviation Administration mengklasifikasikan baterai lithium-ion sebagai mampu mengalami lari termal. Kondisi ini dapat dimulai tanpa peringatan dan mungkin mengikuti kerusakan, pengisian berlebih, paparan air, atau cacat produksi.

Kru penerbangan dilatih untuk menangani kebakaran baterai lithium di kabin, tetapi baterai robot yang lebih besar menimbulkan risiko berbeda. Southwest mengatakan mainan kecil dan robot kompak masih dapat melakukan perjalanan jika memenuhi batas ukuran bawaan dan aturan bahan berbahaya.

Maskapai Lain Mengamati Ekspansi Robotik

Tidak ada maskapai besar AS lain yang mengumumkan larangan serupa. Namun, langkah Southwest ini dapat membentuk kebijakan maskapai di masa depan saat robot konsumen menjadi lebih terlihat di bandara.

Kebijakan ini berbeda dengan perkembangan di Jepang, di mana Japan Airlines sedang menguji robot humanoid di Bandara Haneda Tokyo. Uji coba selama tiga tahun ini menggunakan unit Unitree Robotics untuk pemuatan bagasi, transportasi kontainer, dan pembersihan kabin.

Japan Airlines memilih robot humanoid karena bandara dirancang berdasarkan pergerakan manusia. Mesin bipedal dapat menggunakan ruang yang ada tanpa perubahan infrastruktur besar.

Kasus tenaga kerja juga kuat di Jepang. Populasi usia kerja di negara itu diperkirakan akan menyusut tajam pada tahun 2060, yang meningkatkan tekanan pada operator transportasi untuk mengotomatisasi tugas rutin.

Larangan Southwest mencerminkan perbedaan yang jelas antara robot sebagai penumpang dan robot sebagai pekerja bandara. Untuk saat ini, maskapai membatasi pada mesin bergerak besar yang bertenaga baterai lithium-ion.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan