Jelas bahwa studi tentang penawaran dan permintaan bukan hanya urusan ekonom saja. Jika Anda berinvestasi di saham atau aset apa pun, bagaimana sebenarnya mekanisme ini bertujuan? Jawabannya adalah ini membantu Anda membaca pasar dengan lebih baik.



Apa yang saya amati adalah bahwa semua harga aset berasal dari permainan kekuatan beli dan jual saja. Ketika ada orang yang ingin membeli lebih banyak daripada menjual, harga akan naik. Sebaliknya, jika sebaliknya, harga akan turun. Sederhana, bukan? Tapi masalahnya adalah memahami apa yang mendorong permintaan tersebut.

Dimulai dari dasar, permintaan adalah keinginan untuk membeli pada berbagai tingkat harga yang berhubungan terbalik dengan harga. Harga yang lebih tinggi berarti membeli lebih sedikit, harga yang lebih rendah berarti membeli lebih banyak. Sedangkan penawaran adalah keinginan untuk menjual, yang berjalan searah dengan harga. Harga yang lebih tinggi berarti menjual lebih banyak, harga yang lebih rendah berarti menjual lebih sedikit.

Mengapa perlu mempelajari ini? Karena studi tentang penawaran bertujuan membantu Anda memahami ke mana pasar akan bergerak. Jika Anda tahu bahwa permintaan meningkat sementara penawaran menurun, harga harus naik. Jika situasinya sebaliknya, harga harus turun.

Di pasar keuangan, faktor yang menentukan permintaan adalah tingkat bunga, likuiditas sistem, dan kepercayaan investor. Ketika tingkat bunga rendah, orang cenderung mencari hasil di pasar saham. Sedangkan penawaran saham ditentukan oleh keputusan perusahaan tentang peningkatan modal atau buyback saham, serta pencatatan perusahaan baru.

Ketika mempelajari tentang penawaran di pasar nyata, Anda akan melihat bahwa itu lebih kompleks daripada sekadar harga, biaya produksi, kebijakan pajak, bencana alam. Semua ini mempengaruhi penawaran. Contohnya, ketika Selat Hormuz ditutup pada bulan Maret, pasokan minyak yang melewati titik ini 20% dari dunia hilang. Harga minyak langsung melonjak karena permintaan tetap ada, tetapi penawaran berkurang secara drastis.

Dalam analisis fundamental, harga saham naik turun sesuai dengan ekspektasi pasar tentang kinerja dan pertumbuhan. Jika berita baik, pembeli bersedia membayar harga lebih tinggi. Penjual menahan diri dari menjual, sehingga harga naik. Jika berita buruk, hal yang sebaliknya terjadi.

Ketika berbicara tentang analisis teknikal, studi tentang penawaran bertujuan agar Anda dapat melihat kekuatan beli dan jual melalui candlestick dan tren. Candlestick berwarna hijau menunjukkan kekuatan beli menang, candlestick berwarna merah menunjukkan kekuatan jual menang. Doji menunjukkan kedua pihak memiliki kekuatan yang seimbang.

Ada teknik populer bernama Demand Supply Zone yang digunakan untuk mencari peluang beli dan jual. Ketika harga melonjak naik atau turun dengan cepat, itu menunjukkan ketidakseimbangan. Kemudian harga akan beristirahat dalam kerangka tertentu. Ketika faktor baru masuk, harga akan menembus kerangka tersebut dan melanjutkan pergerakannya. Trader dapat masuk di titik breakout ini.

Studi tentang penawaran dan permintaan tidak sulit jika Anda memahami dasarnya. Tapi perlu latihan dari pasar nyata. Amati pergerakan harga, coba gunakan berbagai alat. Perlahan-lahan Anda akan melihat gambaran besar. Yang penting adalah studi tentang penawaran bertujuan agar Anda berpikir secara sistematis, bukan berdasarkan emosi. Ketika Anda tahu kekuatan mana yang menang, Anda akan tahu bagaimana mengambil keputusan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan