Pelajari Stochastic Oscillator dengan serius karena indikator ini benar-benar dapat bekerja dengan baik jika dipahami secara mendalam



Kebanyakan trader tahu apa itu Stochastic Oscillator dan bagaimana menggunakannya, tetapi jika ditanya tentang prinsip kerja stochastic, perbedaan antara Fast dan Slow, banyak yang mungkin tidak bisa menjawab dengan jelas, dan itulah yang membuat kita tidak bisa memanfaatkan indikator ini secara maksimal

Stochastic Oscillator (STO) yang kita bicarakan adalah indikator dalam kelompok Momentum yang menunjukkan di mana posisi harga penutupan kita dalam rentang harga tertinggi dan terendah yang kita pilih. Nilainya selalu berada antara 0 hingga 100

Mengapa demikian? Karena sifat alami pasar adalah, saat harga sedang naik, harga penutupan biasanya mendekati harga tertinggi dalam rentang tersebut, sehingga nilai Stochastic mendekati 100. Sebaliknya, saat harga turun, harga penutupan mendekati harga terendah, dan nilai Stochastic juga mendekati 0

Hal yang membuat stochastic populer adalah kemampuannya memberi tahu kita apakah harga sudah terlalu overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Ketika %K berada di atas 80, itu zona beli berlebihan, dan ketika di bawah 20, itu zona jual berlebihan. Selain itu, dapat dibandingkan dengan nilai rata-rata %D untuk melihat arah perubahan momentum

Mari kita lihat rumusnya, apakah? %K dihitung dari selisih antara harga penutupan saat ini dan harga terendah selama 14 periode, dibagi dengan selisih antara harga tertinggi dan terendah selama 14 periode, kemudian dikalikan 100. Sedangkan %D adalah rata-rata 3 hari dari %K. Tidak rumit sama sekali

Penggunaan stochastic yang efektif melibatkan beberapa metode. Metode pertama adalah melihat tren: jika %K berada di atas %D, menunjukkan momentum naik; jika di bawah %D, menunjukkan tren turun. Metode ini cocok untuk jangka pendek

Metode kedua adalah melihat kekuatan tren: jika jarak antara %K dan %D melebar, tren sedang kuat; jika mulai menyempit, tren melemah

Metode ketiga dan paling umum adalah menggunakan zona Overbought/Oversold yang menunjukkan titik di mana harga tidak mungkin bertahan lama, cocok untuk trading jangka pendek

Metode keempat adalah melihat Divergence: saat %K naik tetapi harga berhenti, itu adalah Bearish Divergence yang bisa menandakan pembalikan turun. Sebaliknya, saat %K turun tetapi harga berhenti turun, itu Bullish Divergence yang bisa menandakan pembalikan naik

Namun, inilah kelemahan stochastic: jika digunakan sendiri, sering memberi sinyal palsu. Oleh karena itu, harus dikombinasikan dengan alat lain

Cara yang efektif adalah menggabungkan Stochastic dengan EMA untuk mengidentifikasi tren, lalu gunakan stochastic untuk mengonfirmasi titik masuk, atau kombinasikan dengan RSI untuk mengonfirmasi pembalikan, bahkan dengan MACD untuk mendapatkan sinyal yang lebih kuat

Kelebihan stochastic adalah mudah digunakan, hanya memerlukan 3 variabel, rumusnya tidak rumit, dan mampu menunjukkan zona overbought/oversold dengan baik. Kekurangannya adalah lambat (lagging), sering memberi sinyal palsu, dan menggunakan data yang terbatas, sehingga cocok untuk jangka pendek saja

Indikator ini ditemukan sejak tahun 1950-an, sudah lebih dari 70 tahun, tetapi tetap populer karena mudah dipahami dan praktis digunakan. Jika Anda memahami prinsip dasar dan mengetahui kelemahan-kelemahannya, Stochastic Oscillator bisa menjadi alat yang sangat baik dalam rangkaian strategi trading Anda
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan