Belakangan ini ada teman yang bertanya kepada saya, saat melakukan perdagangan sebaiknya menggunakan order pasar atau order limit? Ini benar-benar pertanyaan yang bagus, karena memilih jenis order yang salah, biaya transaksi dan efisiensi eksekusi sangat berbeda.



Pertama mari bahas order pasar. Order pasar adalah ketika Anda memasang order dan langsung dieksekusi pada harga pasar saat ini. Keunggulannya adalah cepat, terutama saat pasar tiba-tiba bergejolak, Anda tidak perlu pusing tentang harga, langsung masuk pasar. Misalnya tiba-tiba ada berita positif besar, harga aset melonjak, saat itu memasukkan harga secara manual mungkin sudah terlambat, order pasar bisa memastikan Anda masuk pertama kali. Kekurangannya juga jelas, karena harga ditentukan oleh pasar, harga yang Anda lihat dan harga eksekusi akhir sering berbeda, dalam kondisi pasar yang sangat volatil sangat mudah merugi.

Order limit sebaliknya. Anda menetapkan harga psikologis sendiri, hanya jika harga pasar mencapai atau lebih baik dari harga yang Anda tetapkan, order akan dieksekusi. Keuntungan dari ini adalah Anda memiliki kendali penuh atas harga eksekusi, tidak akan secara tidak sengaja terjual dengan harga tinggi. Tapi harganya adalah mungkin tidak akan pernah mencapai harga tersebut, order tetap tertunda dan tidak terisi. Saya pernah melihat banyak orang menetapkan order limit terlalu agresif, hasilnya pasar bergerak melewati harga tersebut tapi tidak pernah terisi.

Lalu, mana yang lebih baik antara order pasar dan limit? Sejujurnya, tidak ada jawaban mutlak, tergantung gaya trading Anda. Jika Anda trader jangka pendek yang sering masuk dan keluar pasar dengan cepat, order pasar adalah pilihan utama. Tapi jika Anda punya rencana trading yang jelas, misalnya menetapkan beli di 50 dan jual di 60, maka pasang dua order limit, lalu matikan software dan lakukan hal lain, biarkan pasar yang mengeksekusi sendiri. Ini tidak hanya menghemat biaya transaksi, tetapi juga menjalankan strategi secara ketat.

Saya sangat merekomendasikan menggunakan order limit saat pasar sedang bergejolak. Misalnya, sebuah aset berfluktuasi antara 50 sampai 55, Anda pasang order beli di 50 atau 51, tunggu sampai harga turun ke level Anda dan otomatis terisi, tanpa perlu memantau layar terus-menerus. Ini adalah trik trading bagi orang malas, dalam jangka panjang bisa menghemat banyak uang.

Order pasar cocok untuk kondisi pasar yang tren satu arah, yaitu saat harga naik atau turun terus-menerus. Saat itu Anda tidak perlu ragu, langsung beli atau jual pada harga pasar, karena tren sudah pasti. Tapi hati-hati, banyak orang tergoda dengan eksekusi cepat dari order pasar, akhirnya menjadi serakah dan mengikuti tren naik turun, malah terjebak saat pasar berbalik.

Pada akhirnya, order pasar dan limit masing-masing punya kegunaannya sendiri. Jika ingin cepat eksekusi, gunakan order pasar; jika ingin kendalikan harga secara tepat, gunakan order limit. Kuncinya adalah memilih sesuai kondisi pasar saat itu dan rencana trading Anda sendiri. Untuk pemula, disarankan berlatih dulu di lingkungan simulasi untuk mencoba kedua jenis order ini, rasakan perbedaannya, agar saat menggunakan akun nyata tidak panik dan bingung.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan