Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Anda tahu, sejarah Palestina selalu menarik minat saya.
Ini bukan sekadar wilayah di peta, melainkan persimpangan peradaban sejati, di mana agama, budaya, dan politik saling terkait.
Jika digali lebih dalam, ternyata orang-orang menempati tanah ini sebagai salah satu yang pertama di planet ini.
Pada zaman kuno, di sini berkuasa baik orang Mesir, Asyur, maupun Babilonia.
Alexander Agung datang dengan helenisasi-nya, kemudian Roma menguasai wilayah ini.
Menariknya, pada Zaman Besi, dua kerajaan Israel, Israel dan Yehuda, mengendalikan sebagian besar wilayah, sementara Filistin berada di selatan.
Sejarah Palestina pada tahap ini benar-benar merupakan perang untuk pengaruh antara kekuasaan tetangga.
Kemudian datanglah Muslim pada abad VII, dan wilayah ini beralih ke kekuasaan berbagai dinasti: Rashidun, Umayyah, Abbasiyah, Fatimiyah, Seljuk.
Pada tahun 1099, kaum salib menciptakan Kerajaan Yerusalem, tetapi Ayyubid merebutnya kembali pada 1187.
Mamluk kemudian menyatukan semuanya di bawah kendali mereka, dan pada 1516, Turki Ottoman datang dan memerintah selama hampir 400 tahun tanpa gejolak besar.
Di sinilah sejarah Palestina berubah drastis, yaitu di abad XX.
Selama Perang Dunia I, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour, menjanjikan pembentukan tanah air Yahudi di Palestina.
Setelah perang, Liga Bangsa-Bangsa memberi mandat kepada Inggris untuk mengelola wilayah ini pada tahun 1922.
Masalah mulai muncul: Arab menentang migrasi Yahudi, kekerasan meningkat, konflik berkobar.
Pada tahun 1947, PBB mengusulkan pembagian Palestina menjadi dua negara.
Yahudi setuju, Arab tidak.
Pada Mei 1948, Israel menyatakan kemerdekaannya, dan segera negara-negara Arab tetangga menyerang.
Israel tidak hanya menangkis serangan, tetapi juga merebut lebih banyak wilayah dari yang direncanakan dalam rencana pembagian.
Sekitar 700 ribu warga Palestina melarikan diri atau diusir.
Bagi warga Palestina, peristiwa ini dikenal sebagai Nakba, yaitu bencana.
Sejarah Palestina setelah itu menjadi kisah pendudukan dan konflik.
Tepi Barat dan Yerusalem Timur dianeksasi Yordania, Gaza direbut Mesir.
Kemudian pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel menaklukkan kedua wilayah tersebut.
Israel mulai membangun pemukiman, meskipun mendapat tentangan dari komunitas internasional.
Gerakan nasional Palestina mendapatkan suara melalui OLP di bawah pimpinan Yasser Arafat.
Pada tahun 1993, Perjanjian Oslo ditandatangani, dan Otoritas Palestina dibentuk.
Namun proses perdamaian terhenti.
Pada tahun 2007, Hamas merebut Gaza, sementara Otoritas Palestina hanya menguasai Tepi Barat.
Pada tahun 2012, Palestina mendapatkan status pengamat negara di PBB.
Jadi, sejarah Palestina terus berlanjut hingga hari ini, tetap menjadi salah satu situasi geopolitik paling kompleks di dunia.