Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru saja saya menemukan sebuah cerita yang cukup mencengangkan, yang menunjukkan betapa cepatnya situasi di ruang kripto bisa memburuk. Kiarash Hossainpour – YouTuber Jerman berdarah Iran ini – menjadi contoh sempurna mengapa kita harus berhati-hati dengan Bitcoin dan sejenisnya.
Pria ini bahkan belum berusia 20 tahun, ketika dia mulai memberikan seminar online tentang kewirausahaan dan menarik ratusan ribu pengikut. Foto-fotonya menunjukkan dia di dalam Rolls-Royce atau Lamborghini – kisah influencer klasik. Kekayaannya bertambah, dan dia memamerkan dirinya di mana-mana sebagai contoh keberhasilan. Tapi kemudian datanglah crash.
Pada musim semi 2022, seluruh kekayaannya runtuh saat harga kripto anjlok. Itu cukup hebat, tetapi pukulan knockout nyata datang dari Luna. Mata uang kripto ini, yang sebelumnya dia pasang dengan semangat messianic di kanalnya, kehilangan 99 persen nilainya dalam waktu singkat. Kekayaan Kiarash Hossainpour sebagian besar hilang. Dari satu hari ke hari berikutnya, dia hampir kehilangan semuanya – hingga 90 persen dari portofolio digitalnya.
Yang mengejutkan saya: Pria ini tidak menyerah. Meski bencana ini, pria berusia 22 tahun ini mengatakan bahwa dia akan terus berinvestasi di Bitcoin. Dia menyebut dirinya sendiri sebagai "investor strategis" – seseorang yang tidak panik menjual. Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 79.160 euro, jauh dari rekor tertinggi sekitar 126.080 euro. Tapi Hossainpour tetap teguh bahwa "kerugian adalah bagian dari permainan" dan membangun karakter.
Yang menarik adalah: Dia menyalahkan ketidakkompetenan tim Luna atas keruntuhan keuangannya. "Indra keenam"-nya dalam pasar – yang membantunya mendapatkan jutaan pengikut – benar-benar gagal. Dan inilah masalahnya: Sebagai influencer dengan jangkauan besar, kekayaan Kiarash Hossainpour tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga ribuan orang yang tidak tahu dan mengikuti tipsnya, dan juga kehilangan uang.
Seluruh cerita ini dimulai pada 2014, saat dia menerima pembayaran Bitcoin pertamanya. Saat itu dia masih remaja, yang membuat website WordPress seharga 30 dolar. Pada akhir 2015, langkah besar diambil: menginvestasikan hampir 40.000 euro dalam Bitcoin. Orang tuanya skeptis – "Apakah ini legal? Apakah ini uang asli atau penipuan?" – tapi dia yakin.
Ayahnya, yang berasal dari keluarga Iran yang makmur tetapi menjadi miskin setelah revolusi, memperingatkannya: "Ini hanya angka di layar." Meski begitu, Hossainpour menggunakan kekayaan yang meningkat sebagai bukti model keberhasilannya dan memasarkan citranya secara agresif.
Pelajaran di sini jelas: Kisah Kiarash Hossainpour menunjukkan bahwa kekayaan cepat di ruang kripto bisa hilang secepat itu juga. Dan jika kita sebagai influencer mempengaruhi orang lain, kita juga bertanggung jawab atas kerugian mereka. Ini pengingat penting bahwa tidak ada yang memiliki "indra keenam" dalam pasar – bahkan mereka yang mengaku memilikinya.