Jika Anda baru memulai aset kripto dan DeFi, pasti pernah melihat kata-kata seperti APY dan APR di suatu tempat. Tapi sebenarnya, apa itu APR dan apa bedanya, jujur banyak orang yang tidak begitu mengerti. Hari ini saya akan coba atur sedikit tentang hal ini.



Pertama, mari kita jelaskan dari APR (Tingkat Tahunan). Ini adalah tingkat bunga tahunan sederhana tanpa memperhitungkan bunga majemuk. Bisa dianggap sebagai angka dasar berapa banyak bunga yang akan didapat dalam satu tahun untuk investasi atau pinjaman. Misalnya, jika Anda menginvestasikan 1.000 dolar di proyek dengan APR 10%, maka setelah satu tahun Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 100 dolar. Tapi yang penting di sini adalah, APR dihitung berdasarkan bunga tunggal, jadi tidak ada efek bunga yang menghasilkan bunga. Dengan kata lain, tidak ada pertumbuhan tambahan seiring waktu.

Sebaliknya, APY (Hasil Tahunan) menunjukkan tingkat pengembalian sebenarnya yang termasuk bunga majemuk. Perbedaan besar di sini. Pada APY, bunga yang diperoleh bisa menghasilkan bunga lagi. Jika Anda menaruh 1.000 dolar dengan APY 10% yang dihitung setiap hari, maka pendapatan selama setahun akan terus bertambah dan jumlahnya akan lebih dari 100 dolar. Dalam dunia aset kripto, protokol sering melakukan perhitungan bunga majemuk secara sering, sehingga efek ini bisa cukup besar.

Mengapa ini penting? Karena saat Anda menyetor uang ke platform DeFi atau melakukan staking, jika Anda tidak memahami apa itu APR, Anda bisa salah menilai pengembalian sebenarnya. Terutama jika bunga majemuk terjadi setiap hari atau setiap minggu, angka yang ditunjukkan oleh APY akan lebih akurat mencerminkan keuntungan yang sebenarnya Anda dapatkan. Sebaliknya, jika Anda mempertimbangkan pinjaman tanpa bunga majemuk atau tabungan sederhana, menggunakan APR sudah cukup untuk mengetahui bunga tanpa perlu perhitungan tambahan.

Pertanyaan umum, apakah APY berubah seiring waktu? Untuk aset kripto, jawabannya iya. Karena kebijakan protokol dan permintaan pasar bisa menyebabkan tingkat bunga sering berubah. Jadi, sebelum berinvestasi, pastikan untuk memeriksa apakah tingkat tersebut tetap atau berubah-ubah.

Alasan mengapa APY biasanya lebih tinggi dari APR adalah karena kekuatan bunga majemuk. Semakin sering bunga majemuk dihitung, semakin besar perbedaannya. Banyak platform DeFi dan program staking menawarkan APY untuk aset seperti ETH, BTC, atau stablecoin. Produk Earn dari bursa besar juga sama.

Terakhir, jika ingin mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi melalui bunga majemuk, carilah investasi dengan APY. Jika Anda mempertimbangkan produk bunga tunggal, APR sudah cukup memberikan gambaran. Tapi ingat, ini hanyalah informasi, bukan saran investasi. Sebelum membuat keputusan investasi, pastikan untuk melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan ahli.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan