Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#GateSquareMayTradingShare
Harga Emas Dunia Jatuh ke Level Terendah dalam Sepekan Dipicu Lonjakan Harga Minyak
Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026), seiring melonjaknya harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global.
Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Harga emas spot tercatat turun 2% ke US$ 4.557,25 per ons troi pada pukul 08.22 Waktu setempat, sekaligus menjadi level terendah sejak 6 Mei. Dalam sepekan terakhir, harga emas sudah terkoreksi 3,3%.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga turun lebih dalam, yakni 2,7% ke level US$ 4.561,30 per ons troi.
Tekanan terhadap emas terjadi di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati level tertinggi dalam hampir satu tahun. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.
Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer mengatakan pasar saat ini kembali meragukan peluang pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat.
"Naiknya harga minyak membuat kekhawatiran inflasi kembali muncul, mendorong yield dan dolar AS menguat, sehingga emas terkena tekanan dari berbagai arah," ujarnya.
Lonjakan harga minyak dipicu memanasnya konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan energi global.
Harga minyak Brent tercatat naik 6,6% sepanjang pekan ini dan bertahan di atas US$ 108 per barel, di tengah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.
Kondisi tersebut memperbesar risiko inflasi energi merembet ke harga barang dan jasa lainnya.
Sejumlah data inflasi AS yang dirilis pekan ini juga menunjukkan tekanan harga masih tinggi, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini bahkan melihat peluang sebesar 39% bahwa The Fed justru akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Selain tekanan dari suku bunga, penguatan dolar AS turut membebani harga emas. Indeks dolar AS tercatat naik lebih dari 1% sepanjang pekan ini, membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain.
Sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu, harga emas telah turun lebih dari 13%. Padahal sebelumnya logam mulia sempat menjadi aset lindung nilai utama saat tensi geopolitik meningkat.
Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump meninggalkan China setelah membawa sejumlah kesepakatan bisnis yang dinilai belum cukup memberi sentimen positif ke pasar. Sementara itu, Beijing memperingatkan Washington terkait isu Taiwan dan menegaskan perang dengan Iran “seharusnya tidak pernah terjadi”.
Di pasar fisik Asia, diskon harga emas di India melonjak ke rekor tertinggi setelah pemerintah menaikkan bea impor, sehingga permintaan melemah dan memicu aksi jual investor. Sebaliknya, premi harga emas di China tetap kuat karena permintaan investasi masih tinggi.
Tak hanya emas, logam mulia lain juga ikut tertekan. Harga perak anjlok 6,4% ke US$ 78,16 per ons troi, platinum turun 2,7% ke US$ 1.999,60, sedangkan palladium melemah 0,7% ke US$ 1.427,39 per ons troi.