Ada satu hal yang sudah saya pikirkan cukup lama, semakin dipikir semakin saya mengerti. Kamu tahu tidak, banyak orang mengalami kerugian dalam hubungan interpersonal bukan karena kebaikan mereka, tetapi karena kelemahan yang tertanam dalam diri mereka.



Saya menemukan sebuah pola. Ketika kamu pertama kali berinteraksi dengan seseorang, semuanya cukup sopan, saling tidak mengenal. Tapi setelah itu, setiap kali berinteraksi, sebenarnya mereka sedang menguji kamu. Mereka menguji apakah kamu punya emosi, apakah kamu punya batas, apakah kamu orang yang mudah dikendalikan. Jika mereka menyadari bahwa kamu lemah secara karakter, tidak punya prinsip, maka mereka akan semakin berani. Mereka akan sedikit demi sedikit mendorong, sampai mereka benar-benar memahami kamu. Begitu pola hubungan "dia kuat, kamu lemah" terbentuk, sulit untuk diubah lagi.

Jadi banyak orang bertanya kepada saya, mengapa semakin baik kamu kepada orang lain, semakin mereka menjadi tidak terkendali? Sejujurnya, itu bukan salah kebaikanmu, melainkan karena kamu tidak punya keberanian untuk menjaga prinsipmu sendiri. Kamu tidak punya batasan dalam berbuat, atau punya batas tapi tidak berani menegakkannya. Inilah masalahnya.

Saya telah melihat terlalu banyak orang yang karena kelemahan mereka, terus dimanfaatkan berulang kali. Awalnya orang hanya sekadar minta tolong menutup pintu, menuangkan segelas air, dan kamu menuruti. Lalu apa? Permintaan semakin banyak, semakin tidak masuk akal. Akhirnya kamu menjadi orang baik yang bodoh, mereka tidak berterima kasih, malah semakin berani memanfaatkanmu, sama sekali tidak menganggapmu sebagai manusia.

Untuk mengubah situasi ini sebenarnya tidak sulit. Langkah pertama, kamu harus belajar menatap lawan bicara tanpa ekspresi. Asalkan lelucon orang lain membuatmu tidak nyaman, meskipun tidak membalas, buat suasana langsung menjadi dingin. Biarkan dia mengerti bahwa kamu adalah orang yang punya batas, orang yang penuh dengan duri. Melalui permainan psikologis ini, lawan bicara akan mengerti bahwa ke depannya mereka harus berhati-hati saat berbicara denganmu.

Langkah kedua, belajar menolak. Menolak bukan kesalahanmu, tidak perlu berlebihan menjelaskan. Bisa cari alasan, dengan nada tegas dan ringkas, jangan ragu-ragu. Atau ikuti prinsip pertukaran nilai, aku membantu kamu, tapi kamu harus membantu aku. Jika dia menolak, kamu juga berhak menolak dengan alasan yang cukup. Yang penting, saat menolak jangan melihat wajah orang lain, itu adalah keberanian sejati.

Langkah ketiga, berhenti memberi tanpa batas. Kamu membantu sekali, lalu harus membantu seumur hidup? Logika apa itu? Saya sudah melihat terlalu banyak orang yang membantu orang lain seumur hidup, tapi akhirnya malah dianggap musuh. Karena tidak membantu sekali saja, langsung dibenci. Dan orang-orang yang tidak begitu baik hati? Mereka punya teman-teman yang solid. Mereka tahu cara menolak, tahu cara meminta, dan tahu memberi secara wajar.

Ada satu hal penting lagi, yaitu aura. Saat berjalan, langkah harus mantap, saat berbalik kepala harus pelan tapi tepat. Tatapan harus lembut dan tegas, tidak menghindar, juga tidak langsung mengalihkan pandangan. Saat berbicara, hilangkan kata-kata seperti "ah", "ya", dan semacamnya, maknanya harus tepat dan tidak kabur. Detail-detail ini akan membuat orang merasa kamu tenang dan kuat, bukan lemah dan mudah dipermainkan.

Akhirnya, satu saran, mulai dari sekarang ubah pola pilihanmu. Dulu kamu selalu menghindar, sekarang harus berani tampil. Kalau ingin mengajak ngobrol, langsung saja lakukan. Kalau ingin menelepon, langsung saja lakukan. Bahkan jika gagal, kamu tidak kehilangan apa-apa, toh sebenarnya kamu tidak pernah benar-benar memilikinya. Perubahan mindset ini akan benar-benar menghilangkan sifat lemah dalam dirimu.

Ingat satu kalimat: setiap hubungan yang langgeng bukan karena kamu menyerah, tetapi karena orang lain menghormati dan takut padamu. Teman-teman yang benar-benar berharga juga didapatkan melalui prinsip dan batasanmu. Jangan lagi dikendalikan orang lain, mulai hari ini, jadilah orang yang punya keberanian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan