Belakangan ini saya menyadari sebuah fenomena yang cukup menarik—pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal kembali masuk dalam daftar orang terkaya Forbes pada tahun 2025, dengan kekayaan mencapai 16,5 miliar dolar AS. Ceritanya sebenarnya mencerminkan sebuah perubahan dalam pola pikir investasi yang patut diperhatikan.



Pangeran Arab Saudi ini berasal dari keluarga yang tidak sembarangan, adalah cucu dari Raja pendiri Arab Saudi, dan sudah masuk daftar Forbes sejak 2017, saat kekayaannya mencapai 18,7 miliar dolar AS. Kemudian karena Forbes berhenti menghitung kekayaan orang kaya Arab Saudi, dia sempat dikeluarkan dari daftar. Tapi pada tahun 2025, dia menjadi satu-satunya orang Arab Saudi yang kembali masuk, dan menempati posisi 128 secara global.

Inti kekayaannya berasal dari Kingdom Holding, sebuah grup investasi yang didirikan olehnya 45 tahun lalu. Saat ini dia memegang 78,13% saham, dengan nilai sekitar 6,4 miliar dolar AS. Portofolio investasi Kingdom Holding bernilai 19 miliar dolar AS, mencakup saham, hotel, properti, dan berbagai bidang lainnya, yang merupakan bagian paling menarik dari cerita ini.

Dari teknologi hingga properti, bahkan penerbangan dan pendidikan, portofolio investasi pangeran Arab Saudi ini sangat komprehensif. Dia adalah pemegang saham kedua terbesar di media sosial X, dan juga sangat berinvestasi besar-besaran di xAI milik Elon Musk, dengan perkiraan investasi mencapai 4 hingga 5 miliar dolar AS. Industri hotel menyumbang 31% dari portofolio, termasuk 23,7% saham di Four Seasons. Di bidang properti, ada proyek ikonik seperti Kingdom Center di Riyadh dan Jeddah Tower.

Yang patut dicatat, dia berinvestasi 800 juta dolar AS di Citigroup pada tahun 1991, yang saat itu terlihat gila, tapi pada 2005 nilainya sudah meningkat menjadi 10 miliar dolar AS. Sekarang, Kingdom Holding juga memegang 1,06% saham Citigroup. Industri penerbangan juga menjadi fokus, dia mengendalikan 37,2% saham maskapai berbiaya rendah Flynas, yang tahun ini berencana go public di bursa Saudi dengan target pendanaan minimal 2 miliar dolar AS.

Logika investasi pangeran Arab Saudi ini sebenarnya cukup jelas—berbagai sektor, penempatan jangka panjang, dan strategi agresif. Baik di bidang teknologi raksasa maupun industri tradisional, selama dia yakin, dia berani berinvestasi. Dari kasusnya, kekayaan sejati tidak terletak pada spekulasi jangka pendek, melainkan pada pemahaman mendalam tentang berbagai jalur dan kesabaran menunggu hasilnya. Pendekatan investasi seperti ini memang layak dijadikan contoh di kondisi pasar saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan