Bro, aku langsung saja bilang. Aku umur tiga puluh tujuh, dulu di komunitas dipanggil "Mesin Absensi Manusia", puncaknya beberapa tahun lalu, aku sering ganti barang lebih sering daripada kalian ganti ponsel.


Baru minggu lalu, aku kena radang usus akut, sendiri nelpon 120. Berbaring di ruang gawat darurat, infus, mau minum air hangat, buku kontak aku bolak-balik tiga kali, nggak nemu satu pun yang bisa antar. Akhirnya tetangga sebelah kasur lihat aku kasihan, bagi setengah gelas.
Rumah yang aku sewa sekarang, enam puluh meter persegi, ruang tamu penuh dengan sepatu bola edisi terbatas dan kotak pengiriman. Tengah malam jam dua, selain suara AC, nggak ada suara gerakan berbalik badan sekalipun. Dulu aku pikir suara dan cahaya ini disebut kehidupan, sekarang tahu, ini gudang. Aku cuma yang jaga gudang.
Kalian sekarang merasa ngumpulin angka-angka itu menyenangkan. Aku sangat paham. Karena selain angka itu, kalian nggak bisa tunjukkan apa pun yang bisa bikin kalian merasa tenang saat bangun tengah malam. Sensasi menaklukkan seratus orang nggak sebanding dengan ada satu orang yang bikin kamu merasa nggak apa-apa kalah.
Jangan bahas soal nilai wajah 9 poin sama aku. Sekarang aku iri sama abang yang jual nasi goreng di bawah. Setelah tutup, istrinya tinggalin satu lampu nyala. Cahaya hangat itu, jauh lebih menyilaukan daripada lampu sorot di semua bar di media sosial kalian.
Saat kalian sudah mencapai umur aku ini, berbaring di ranjang rumah sakit, mau minum air, nggak bisa panggil satu nama pun. Kamu akan sadar, angka-angka yang dulu kamu kumpulkan hanyalah buku catatan, bukan hidup.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan