Belakangan ini saat mempelajari alat analisis teknikal, saya menemukan bahwa deret Fibonacci, konsep matematika kuno ini, benar-benar menarik dalam perdagangan.



Deret ini berasal dari India kuno, tetapi yang benar-benar membuatnya populer di Eropa adalah Leonardo dari Pisa, seorang matematikawan Italia abad ke-12, yang menggunakan nama samaran Fibonacci untuk mempublikasikan deret sederhana namun elegan ini: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144… Setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Terlihat sederhana, tetapi tersembunyi di baliknya adalah rasio paling harmonis di alam—rasio emas 1.618.

Angka ini sudah ditemukan sejak zaman Euclid, digunakan untuk membangun segi lima beraturan. Menakjubkan, rasio emas ada di mana-mana: spiral cangkang siput, jarak antar daun, bentuk galaksi, bahkan proporsi tubuh manusia mengikuti angka misterius ini. Seorang ilmuwan Belarusia, Edward Soroko, melakukan penelitian mendalam tentang fenomena ini, dan dia menemukan bahwa semua benda yang tumbuh dan bersaing untuk ruang di alam diberi rasio pembagian emas.

Bagaimana menggunakannya dalam perdagangan? Level Fibonacci sebenarnya adalah posisi penting yang diturunkan dari rasio emas ini. Level koreksi utama adalah 0.382, 0.5, 0.618; level menengah adalah 0.236 dan 0.764; level ekstensi adalah 1, 1.382, 1.618. Cara penggunaannya sangat langsung: temukan tren yang jelas, ambil titik tertinggi dan terendah, lalu tarik grid.

Dalam tren naik, saat harga mengalami koreksi, level Fibonacci ini dapat membantu menemukan peluang untuk membeli. Tren turun pun sebaliknya, biasanya di level 0.5 atau 0.618 akan muncul rebound yang kuat. Mengapa mereka efektif? Karena sebagian besar trader memperhatikan level yang sama, membentuk ramalan yang menjadi kenyataan sendiri. Ditambah lagi, fakta bahwa segala sesuatu di dunia ini cenderung mengikuti rasio emas 0.618, membuat Fibonacci menjadi alat yang cukup "alami".

Namun, perlu ditegaskan bahwa Fibonacci bukanlah cawan suci. Itu hanyalah alat bantu, untuk membantu menentukan rentang pergerakan harga dan level support/resistance. Penggunaan terbaik adalah menggabungkannya dengan analisis pola, dan juga harus mampu mengidentifikasi arah tren dengan benar.

Jika ingin belajar lebih dalam, disarankan membaca beberapa buku. "Elliott Wave Principle" karya Frost dan Prechter membahas dasar teori gelombang klasik. "(Un)Obeying the Market" karya Mandelbrot dan Hudson menafsirkan ritme pasar keuangan dari sudut fractal modern. "Trading Chaos" karya Williams dan "Fibonacci: The Trader’s Guide and Strategies" karya Fisher keduanya menawarkan metode praktis untuk penghitungan gelombang dan level Fibonacci.

Secara keseluruhan, deret Fibonacci dan rasio emas memang alat yang kuat untuk memahami struktur pasar, dan layak untuk dipelajari lebih dalam.
XAUUSD-2,03%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan