Semua orang ingin menemukan beberapa altcoin inovatif sebelum mereka meledak, tetapi kenyataannya tidak semudah itu. Saya sering melihat orang berpengaruh di internet berbicara tentang koin yang bisa naik atau turun berikutnya, tetapi mereka jarang mengungkapkan metode spesifik mereka. Di sini saya ingin berbagi pendekatan yang lebih realistis - menggunakan indikator on-chain seperti OI dan CVD untuk analisis.



Pertama-tama, mari kita pahami dua konsep ini dengan jelas. OI atau Open Interest mengacu pada jumlah kontrak terbuka. Ketika OI meningkat, artinya uang sedang mengalir ke pasar; ketika OI menurun, uang sedang keluar. Sedangkan CVD - Cumulative Delta Volume - adalah selisih antara volume pembelian dan volume penjualan. Yang penting adalah CVD didasarkan pada akumulasi arah beli dan jual, bukan harga. Dalam tren pasar, CVD akan menunjukkan nilai positif atau negatif; dalam pasar yang tidak tren, akan berfluktuasi di sekitar 0.

Kedua indikator ini perlu dipertimbangkan bersama-sama. Jika OI meningkat dan CVD meningkat, itu adalah sinyal untuk membuka posisi beli. Jika OI meningkat tetapi CVD menurun, penjual sedang masuk. Ketika OI menurun dan CVD menurun, posisi beli sedang dilikuidasi. Jika OI menurun tetapi CVD meningkat, posisi jual ditutup. Tentu saja, indikator ini bekerja paling baik di pasar dengan volatilitas tinggi dan likuiditas yang baik.

Sekarang mari kita praktikkan. Pertama, masuk ke halaman Marketplace dan pilih kategori cap yang Anda minati - Small Caps jika Anda mencari koin dengan volatilitas tinggi. Pilih kerangka waktu yang lebih kecil seperti 1H atau 4H. Selanjutnya, pilih grafik Perubahan OI untuk melihat kekuatan pembeli dan penjual. Nilai positif menunjukkan kekuatan beli meningkat, nilai negatif menunjukkan tekanan jual meningkat. Saya biasanya menyaring token dengan perubahan OI positif dan tren naik.

Langkah berikutnya adalah mengamati CVD yang telah dinormalisasi - OI-Normalized CVD. Indikator ini menunjukkan siapa di antara para trader yang lebih aktif. Jika pasar bullish (pembeli) bertindak kuat, harga bisa naik. Misalnya, dengan RLC, saya melihat CVD menurun, ini menunjukkan lebih banyak penjual, jadi tidak cocok untuk masuk saat itu.

Aturan sederhana: jika OI meningkat DAN CVD juga meningkat, itu sinyal yang lebih kuat untuk dipertimbangkan. Ambil ARPA sebagai contoh - OI sedang meningkat dan CVD mulai naik dari beberapa hari terakhir. Berdasarkan indikator ini, kita bisa memperkirakan harga mungkin akan naik sedikit dalam jangka pendek. Namun, karena CVD masih di bawah 0, penjual tetap dominan, jadi kenaikan mungkin tidak bertahan lama kecuali pasar bullish terus melampaui.

Satu catatan penting: jika trading jangka pendek, segera ambil keuntungan dan stop loss. Indikator hanyalah referensi berdasarkan data - pasar nyata tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Untuk lebih percaya diri, kombinasikan OI dan CVD dengan indikator lain seperti EMA di grafik K untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Ingat bahwa analisis ini hanya bersifat belajar dan berbagi pengetahuan, bukan nasihat investasi. Pasar cryptocurrency sangat berisiko, kelola dengan bijak dan selalu peringatkan tentang risiko.
XCH9,89%
ON-20,9%
HAI-1,56%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan