Vimpel adalah salah satu pola yang sering saya lihat dalam analisis grafik saya, dan memang layak mendapatkan perhatian. Ini adalah bentuk konsolidasi yang menunjukkan kelanjutan tren, tetapi terbentuk jauh lebih cepat daripada banyak pola lainnya. Biasanya vimpel muncul sekitar tengah tren yang sedang berkembang, menjadikannya sinyal yang baik untuk masuk sesuai arah pergerakan utama.



Untuk vimpel yang benar, diperlukan persiapan sebelumnya - reli tajam dan cepat di pasar bullish atau penurunan tajam di pasar bearish. Lihatlah, tanpa bendera yang agresif ini, Anda tidak akan mendapatkan pola klasik. Setelah pergerakan tajam ini, harga memasuki fase konsolidasi, membentuk segitiga simetris kecil. Garis tren atas mengarah ke bawah, garis tren bawah mengarah ke atas, dan keduanya bertemu di satu titik. Itulah vimpel.

Bagaimana cara berdagang pola ini? Ada beberapa pendekatan. Bisa masuk saat menembus batasnya sesuai tren. Atau menunggu saat harga menembus maksimum atau minimum dari pola itu sendiri. Ada juga opsi ketiga - masuk saat koreksi setelah penembusan awal dan menunggu kelanjutannya. Pengukuran level target cukup sederhana: ambil jarak dari awal bendera hingga titik atas atau bawah vimpel, lalu tempatkan jarak yang sama dari titik penembusan.

Yang menarik adalah - vimpel sering dibandingkan dengan bendera dan segitiga simetris. Yang membedakannya dari bendera adalah bentuk konsolidasi. Dari segitiga - ukurannya (vimpel lebih kecil) dan keharusan tren tajam sebelum pola terbentuk. Berbeda dari wedge, yang bisa menjadi pembalikan, vimpel hanya merupakan kelanjutan tren.

Tapi jujur saja? Keandalan pola ini tidak setinggi yang dipikirkan banyak orang. John Murphy dalam buku klasiknya menyebutnya sebagai salah satu pola kelanjutan yang paling andal. Namun, penelitian menunjukkan gambaran yang berbeda. Thomas Bulkovski menguji lebih dari 1600 contoh vimpel dan menemukan bahwa tingkat kegagalan penembusan sekitar 54% baik untuk pergerakan naik maupun turun. Peluang keberhasilan sekitar 35% untuk pergerakan ke atas dan 32% untuk pergerakan ke bawah, dengan rata-rata pergerakan sekitar 6,5%.

Ini berarti, vimpel bukan tongkat sihir. Ini hanyalah alat yang harus digunakan bersama analisis lain. Penting diingat bahwa vimpel yang benar terbentuk maksimal tiga minggu, jika tidak, bisa berubah menjadi pola yang lebih besar atau sekadar runtuh. Selama pembentukan, volume harus menurun, dan saat penembusan - meningkat tajam.

Faktor kunci - kualitas tren sebelumnya. Jika tren tersebut agresif dan tajam, maka penembusan vimpel akan lebih kuat. Itulah mengapa manajemen risiko aktif bukan sekadar saran, tetapi keharusan. Selalu tempatkan stop order di atas garis resistance tren untuk vimpel bearish atau di bawah garis support untuk vimpel bullish. Ini akan menyelamatkan akun Anda saat pola tidak berhasil, dan itu sering terjadi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan