The Federal Reserve akhirnya menyambut tuan barunya yang baru—Kevin Warsh—dan pria yang sebelumnya membuat Trump “menggigit jari”, hari ini akhirnya menyerahkan tongkat kekuasaan.


The Federal Reserve hari ini secara resmi mengonfirmasi Kevin Warsh menggantikan Powell sebagai Ketua Federal Reserve yang baru. Dengan berakhirnya era Powell, kisah cinta dan benci yang disebut sebagai “drama paling menarik di Washington” antara dia dan Trump akhirnya berakhir.
Sejarah yang melintasi sepuluh tahun ini adalah pertarungan sengit antara “berkat seleksi dari presiden” dan “perjuangan mempertahankan martabat profesional melalui independensi”🥊:
1️⃣ Masa bulan madu: Penunjukan “orang yang paham” (2017 - 2018)
Penunjukan langsung: November 2017, Trump memecah kebiasaan, tidak memperpanjang masa jabatan Yellen, melainkan memilih Powell yang tampak tenang, berasal dari Wall Street, dan berlatar belakang Partai Republik.
Penilaian saat itu: Trump memuji Powell sebagai “kuat, cerdas, berbakat”, percaya dia akan melanjutkan kebijakan suku bunga rendah untuk mendukung ekspansi ekonomi AS.
2️⃣ Masa perpecahan: Suku bunga adalah “satu-satunya musuh” (2018 - 2019)
Kenaikan suku bunga yang berkelanjutan memicu kemarahan: Pada 2018, Powell tetap menaikkan suku bunga untuk mencegah overheating ekonomi. Trump segera mengkritik secara terbuka di media sosial dan wawancara, menyebut Powell sebagai “musuh terbesar” nya, bahkan lebih buruk dari lawannya saat itu.
Ancaman “pemecatan”: Trump berkali-kali berkonsultasi dengan asistennya tentang apakah presiden memiliki hak untuk memecat Ketua Fed secara sepihak (secara hukum, Ketua Fed memiliki independensi). Powell tegas dengan satu kalimat “Saya akan menyelesaikan masa jabatan saya”, mempertahankan independensi bank sentral.
3️⃣ Masa meredam: “Sekutu” di tengah pandemi (2020)
QE tanpa batas untuk menyelamatkan pasar: Setelah pandemi COVID-19 meletus, Powell dengan tegas membuka “pasokan likuiditas tanpa batas”, menurunkan suku bunga ke nol. Langkah ini sangat mendukung pasar keuangan saat itu, dan sikap Trump langsung menghangat, memuji Powell “melakukan dengan baik”.
Kerja sama melawan pandemi: Tahun ini adalah masa hubungan paling harmonis antara keduanya, keduanya sepakat dalam membantu usaha kecil dan menstabilkan pasar.
4️⃣ Kembali berkonflik: Tarik ulur antara pengulangan masa jabatan dan inflasi (2021 - 2024)
Penunjukan oleh Biden dan ejekan Trump: Meski Powell diangkat oleh Trump, Biden memilih untuk memperpanjang masa jabatannya pada 2021. Saat itu, Trump yang sudah menjadi oposisi kembali mengkritik, menuduh Powell menaikkan suku bunga terlalu lambat menyebabkan inflasi parah, dan kemudian menuduh dia menurunkan suku bunga terlalu lambat sebagai “manipulasi politik”.
5️⃣ Akhir cerita: Kembalinya Trump dan pengunduran Powell (2025 - 2026)
Langkah pertama setelah kembali: Pada 2025, setelah Trump kembali ke Gedung Putih, meski tidak langsung memecat Powell, dia terus-menerus “menggunakan pernyataan tekanan” dan menominasikan Warsh sebagai penggantinya, secara efektif menempatkan Powell dalam fase “kaki pincang”.
Perpisahan yang terhormat: Hari ini, kedatangan Warsh menandai kembalinya “kebijakan moneter gaya Trump” secara menyeluruh. Dalam pidatonya mengundurkan diri, Powell bersikeras bahwa dia mempertahankan semangat inti independensi Federal Reserve dalam pengambilan keputusan di bawah tekanan politik.
Powell memenangkan martabat profesionalnya, sementara Trump akhirnya mendapatkan “ketua yang patuh” yang dia inginkan. Warsh datang, seorang “penggemar suku bunga rendah” yang lebih sesuai dengan selera Trump.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan