Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini, saya semakin sering menerima pertanyaan tentang perdagangan hedge, jadi saya akan mengatur ulang lagi. Terutama tentang strategi hedge yang dikenal dengan istilah "tanpa stop loss", yaitu metode 65.
Skema dasarnya sederhana. Dengan memegang posisi beli dan jual secara bersamaan pada saham yang sama, jika harga naik maka keuntungan dari posisi beli, jika turun maka keuntungan dari posisi jual. Pemikiran ini adalah bertahan terhadap fluktuasi pasar dan akhirnya mengamankan keuntungan di salah satu arah. Kadang disebut sebagai posisi "lock-in".
Alasan strategi ini menarik perhatian adalah karena tidak perlu menentukan titik cut loss sebelumnya. Berbeda dengan trading konvensional, menggunakan posisi tersebar dan penyesuaian dinamis untuk melewati fluktuasi jangka pendek. Secara teori, ini diklaim dapat menghindari kerugian yang sering terjadi akibat aktivasi stop loss.
Namun, dari sini masuk ke pembahasan yang lebih realistis. Untuk menjalankan strategi 65 hedge, diperlukan margin dua kali lipat. Efisiensi modal tentu menurun. Selain itu, jika posisi dipertahankan dalam jangka panjang, bunga overnight dan biaya komisi akan menumpuk. Biaya-biaya ini mungkin bisa diabaikan untuk posisi kecil, tetapi jika skala besar, tidak bisa diabaikan.
Dan risiko terbesar adalah Black Swan. Jika pasar bergerak sangat tajam ke satu arah, posisi hedge yang berlawanan akan mengalami kerugian secara bersamaan. Jika margin tidak cukup, akun akan dipaksa dilikuidasi. Ini bukan sekadar risiko teoretis, tetapi fenomena yang benar-benar bisa terjadi.
Secara praktis, jika ingin menerapkan strategi hedge 65, bukan berarti sepenuhnya mengabaikan stop loss, melainkan harus menetapkan aturan stop loss yang dinamis. Selain itu, diversifikasi dana ke berbagai saham dan pasar, serta mengurangi ketergantungan pada satu strategi. Dalam tren pasar, juga perlu fleksibilitas untuk menutup posisi berlawanan secara prioritas dan memperpanjang posisi yang searah tren.
Pengelolaan leverage juga penting. Hindari leverage berlebihan dan pastikan ada cukup ruang di akun untuk menahan fluktuasi pasar.
Sejujurnya, strategi hedge 65 ini berisiko tinggi dan biaya tinggi. Hanya cocok untuk trader berpengalaman dengan modal besar. Untuk investor umum, saya merekomendasikan strategi yang menggabungkan mekanisme stop loss dan trend following, agar risiko dan imbalan seimbang.
Jika ingin melanjutkan metode ini, pengelolaan posisi yang ketat sangat diperlukan. Misalnya, memastikan total posisi tidak melebihi 10% dari modal, dan memantau kondisi pasar secara real-time. Jika hanya mengandalkan perkiraan yang terlalu optimis, Anda akan mengalami kerugian besar.