Belakangan ini banyak orang bertanya tentang garis moving average, sebelumnya sudah dibahas MA yaitu rata-rata bergerak sederhana, tetapi sebenarnya ada indikator yang lebih banyak digunakan—indikator EMA, hari ini kita akan bahas bagaimana cara menggunakannya.



Pertama, mari bahas perbedaan mendasar antara indikator EMA dan MA. MA adalah menjumlahkan harga selama periode tertentu lalu dibagi rata, cukup adil tetapi reaksinya lebih lambat. Indikator EMA berbeda, ini adalah garis rata-rata tertimbang, semakin dekat waktunya, bobotnya semakin tinggi, sedangkan yang lebih lama lebih diabaikan, sehingga lebih sensitif terhadap tren. Singkatnya, MA melihat tingkat rata-rata, EMA melihat kecenderungan tren.

Cara menambahkan indikator EMA sangat mudah, cukup langsung tambahkan di perangkat lunak trading. Parameter yang umum digunakan adalah EMA10, EMA20, EMA30, EMA40, EMA100, EMA120, EMA250, dan lain-lain, sebaiknya disesuaikan dengan periode trading Anda.

Lalu, apa kegunaan indikator EMA? Pertama adalah untuk mengidentifikasi tren. Ini fungsi dasar—jika EMA bergerak ke atas, tren bullish mulai; jika EMA bergerak ke bawah, tren bearish mulai; jika EMA datar dan tidak banyak fluktuasi, nilai referensinya tidak terlalu besar. Ada dua cara untuk menilai arah EMA, satu adalah melihat kemiringannya, kemiringan ke atas menunjukkan optimisme pasar dan tren naik, kemiringan ke bawah menunjukkan pesimisme dan tren turun; yang lain adalah melihat posisi harga, jika harga di atas EMA, cenderung bullish, di bawah EMA cenderung bearish.

Selanjutnya adalah sinyal trading. Sinyal paling sederhana dari satu indikator EMA—harga melintasi garis EMA dari bawah ke atas disebut golden cross, dari atas ke bawah disebut death cross. Golden cross berarti harga menembus EMA dari bawah ke atas, death cross sebaliknya. Misalnya menggunakan EMA120 untuk menilai tren, pertama lihat tren EMA di timeframe 4 jam, lalu perhatikan EMA dan harga di timeframe 30 menit, terakhir cari titik masuk di timeframe 5 menit.

Cara yang lebih maju adalah menggunakan dua EMA. Jika EMA jangka pendek melintasi EMA jangka panjang dari bawah ke atas, itu sinyal untuk masuk posisi long, sebaliknya jika melintasi dari atas ke bawah, sinyal untuk short. Atau gunakan garis moving average di timeframe besar untuk menilai tren utama, lalu cari titik masuk dan keluar di harga dan indikator EMA di timeframe kecil. Ketika garis MA di timeframe besar mulai datar, menandakan tren utama sedang berubah, saat itu perhatikan EMA jangka pendek, jika harga menembus garis MA kecil dan MACD juga menunjukkan golden cross, itu peluang masuk yang bagus.

Ada juga cara praktis lain yaitu menggunakan EMA sebagai garis support dan resistance. Setelah harga menembus EMA dan membentuk tren naik, EMA bisa dijadikan support, dan jika harga stabil di atasnya, itu peluang masuk lagi. Sebaliknya, jika harga menembus EMA dan tren turun terbentuk, EMA menjadi resistance, dan saat harga rebound ke resistance itu bisa short. Tapi perlu diingat, kemiringan harus tetap ke atas agar bisa digunakan sebagai support, jika datar, tidak cocok lagi.

Dalam praktik, selama kemiringan MA masih ada, saat harga kembali ke MA, bisa terus mengikuti tren, pasang stop loss di low sebelumnya di bawah EMA. Logika untuk short juga sama. Indikator EMA pada dasarnya adalah alat untuk membantu mengenali tren, mencari titik masuk dan keluar, serta menempatkan stop loss, jika digunakan dengan baik bisa menghemat banyak pekerjaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan