Harga minyak turun saat pasar menunggu sinyal dari gencatan senjata AS-Iran dan pertemuan Trump-Xi di Beijing


🛢️ Harga minyak mereda setelah tiga sesi kenaikan berturut-turut, dengan Brent turun 0,76% menjadi $106,95 per barel dan WTI turun 0,65% menjadi $101,52 per barel. Pergerakan ini menunjukkan pengambilan keuntungan jangka pendek setelah harga tetap tinggi.
📌 Fokus utama sekarang bukan permintaan, tetapi risiko geopolitik seputar gencatan senjata AS-Iran. Gencatan senjata tetap rapuh, sementara Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka kembali, menjaga premi risiko pasokan tetap melekat pada harga minyak.
🌏 Perjalanan Presiden Trump ke Beijing untuk pembicaraan dengan Presiden Xi pada 14–15 Mei menjadi variabel penting. Jika pertemuan memberikan sinyal diplomatik yang lebih positif, minyak mungkin menghadapi tekanan koreksi lebih lanjut; jika gencatan senjata menunjukkan tanda-tanda retak, pembelian defensif bisa dengan cepat kembali.
📉 Dalam jangka pendek, penarikan saat ini belum cukup untuk mengonfirmasi tren pendinginan yang berkelanjutan. WTI masih harus diawasi di sekitar area dukungan $98–100, sementara Brent memiliki dukungan dekat di sekitar $104. Di sisi atas, $105–107 untuk WTI dan $110 untuk Brent tetap menjadi zona resistansi penting.
⚠️ Dalam 24–72 jam ke depan, minyak mungkin terus mengalami fluktuasi tajam seputar komentar dari Beijing dan perkembangan nyata di dekat Hormuz. Pasar sedang berhenti sejenak setelah reli, tetapi risiko pasokan belum hilang.
#OilMarket
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan