Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru-baru ini saya mempelajari tentang sebuah teori pasar yang cukup menarik dari abad ke-19 yang disebut 'Periode Saat Membuat Uang'. Ini dikembangkan dan dipublikasikan oleh Samuel Benner — seorang petani pedagang dari Ohio — dalam sebuah buku tahun 1875 tentang prediksi harga. Kemudian George Titch juga menyesuaikan dan menyebarluaskannya.
Bagaimana grafik ini bekerja? Ini membagi tahun menjadi tiga kelompok utama berdasarkan siklus ekonomi:
Kelompok A - Tahun-tahun kepanikan: Tahun-tahun ini diperkirakan akan mengalami krisis keuangan, harga turun tajam. Daftarnya termasuk 1927, 1945, 1965, 1981, 1999, 2019, 2035, 2053.
Kelompok B - Tahun-tahun kemakmuran: Ini adalah periode ekonomi yang baik, harga tinggi, cocok untuk menjual aset. Tahun-tahun seperti 1926, 1935, 1946, 1953, 1962, 1972, 1980, 1989, 1999, 2007, 2016, 2026, 2034, 2043, 2053.
Kelompok C - Tahun-tahun sulit: Harga rendah, ideal untuk membeli dan menahan sampai memasuki fase kemakmuran. Termasuk 1924, 1931, 1942, 1951, 1958, 1969, 1978, 1986, 1996, 2006, 2012, 2023.
Tokoh di balik teori ini adalah Samuel Benner, seorang pengusaha Ohio, yang berusaha menemukan pola berulang dalam ekonomi berdasarkan pengamatan sejarah. Ide dasarnya adalah jika Anda memahami 'periode saat membuat uang', Anda dapat mengoptimalkan strategi beli dan jual.
Tapi apakah ini akurat? Itu pertanyaan besar. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa siklus ekonomi berulang dan dapat diprediksi. Namun, kenyataannya siklus ini tidak pernah benar-benar teratur. Ada terlalu banyak variabel — kebijakan ekonomi, peristiwa global, perubahan teknologi — yang bisa memutus pola lama.
Kebanyakan analis keuangan saat ini mengakui bahwa memprediksi pasar jangka pendek sangat sulit. 'Periode saat membuat uang' dalam teori klasik ini sebenarnya hanyalah referensi sejarah, bukan rumus pasti.
Secara umum, grafik ini adalah upaya sejarah yang menarik untuk memahami pasar, tetapi jangan menganggapnya sebagai prediksi yang akurat. Pendekatan yang lebih aman adalah fokus pada strategi investasi jangka panjang dan diversifikasi portofolio, daripada berusaha menangkap waktu pasar berdasarkan teori seperti ini.