Penyedia data mengalami gangguan! Revolut temukan Bitcoin dengan harga sangat rendah "0,02 dolar AS"

Penulis: Fenrir, Kota Kripto

Pengguna Revolut Terkejut Melihat Harga Bitcoin Tiba-tiba Kembali ke Nol Perusahaan fintech Inggris Revolut baru-baru ini mengalami kejadian tampilan harga kripto yang tidak normal, beberapa pengguna menemukan bahwa harga Bitcoin di platform tersebut sempat jatuh ke 0,02 dolar AS, memicu kepanikan pasar dan diskusi komunitas. Karena tampilan harga hampir sama dengan “nol”, banyak pengguna langsung mengira pasar Bitcoin mengalami keruntuhan besar, dan tangkapan layar terkait dengan cepat menyebar di platform komunitas seperti X, Telegram, dan Reddit.

Sumber gambar: X/@_btcd | Harga Bitcoin ($BTC) di Revolut sempat jatuh ke 0,02 dolar AS

Kejadian ini tidak mempengaruhi harga pasar nyata, dan tidak menyebabkan transaksi di blockchain menjadi abnormal. Revolut kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa masalah berasal dari kesalahan harga dari penyedia data pihak ketiga, bukan karena sistem internal platform diretas atau likuiditas bermasalah. Perusahaan menyatakan bahwa tim teknis telah segera memperbaiki masalah, dan saat ini semua informasi harga telah kembali normal.

Kegagalan Data Pihak Ketiga Kembali Mengungkap Risiko Ketergantungan Platform Keuangan Revolut menjelaskan bahwa kejadian abnormal ini terutama disebabkan oleh gangguan sementara dari penyedia data pasar eksternal, yang menyebabkan harga yang salah ditampilkan secara sinkron ke antarmuka platform. Karena Revolut sendiri bukan bursa kripto, melainkan mengintegrasikan beberapa penyedia layanan likuiditas dan data, jika sumber harga eksternal bermasalah, hal ini bisa langsung tercermin ke pengguna. Meskipun Revolut menegaskan bahwa tidak ada aset pelanggan yang terdampak dan tidak ada catatan transaksi yang salah, pasar tetap memperhatikan, jika kejadian serupa terjadi di platform perdagangan dengan leverage tinggi, hal ini bisa memicu likuidasi, stop-loss, atau mekanisme perdagangan otomatis, yang dapat menyebabkan volatilitas pasar yang lebih besar. Terutama karena semakin banyak aplikasi keuangan dan layanan bank yang mulai mengintegrasikan fungsi kripto, risiko ketergantungan terhadap sumber data ini secara perlahan menjadi masalah baru di pasar. Sebagian pengguna mengkritik bahwa Revolut saat ini tidak mampu memberikan peringatan risiko dan penjelasan abnormal yang cukup jelas dalam waktu singkat, sehingga menimbulkan kepanikan massal di komunitas. Ada juga yang meragukan, jika platform terus memperluas layanan kripto, apakah di masa depan perlu membangun lebih banyak mekanisme cadangan harga dan proses verifikasi abnormal.

Kejadian Harga Palsu di Pasar Kripto Terjadi Secara Rutin Belakangan Ini Faktanya, kejadian abnormal harga serupa tidak jarang terjadi di pasar kripto dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk kesalahan API bursa, kerusakan oracle, transaksi tidak normal di pasar dengan likuiditas rendah, dan penundaan sinkronisasi data dari pihak ketiga, semuanya pernah menyebabkan lonjakan atau penurunan harga secara mendadak di beberapa platform. Pada tahun 2024, beberapa platform perdagangan kecil mengalami deviasi ekstrem antara harga Ethereum dan Solana karena kekurangan likuiditas. Industri DeFi lebih sering mengalami likuidasi besar-besaran dan serangan arbitrase akibat kesalahan harga oracle. Bagi banyak platform fintech, menyeimbangkan antara kecepatan dan pengendalian risiko telah menjadi tantangan teknologi utama. Para analis pasar menunjukkan bahwa sistem keuangan tradisional biasanya memiliki mekanisme verifikasi harga berlapis dan pemutus otomatis, tetapi pasar kripto saat ini sangat bergantung pada API real-time dan layanan penggabungan data pihak ketiga. Jika satu node mengalami kesalahan, informasi tersebut bisa menyebar ke banyak platform dan alat perdagangan dalam hitungan detik.

Revolut Terus Perluas Bisnis Kripto, Pasar Perhatikan Tekanan Regulasi Saat kejadian ini terjadi, Revolut sedang memperluas portofolio aset digitalnya. Dalam dua tahun terakhir, Revolut secara bertahap meluncurkan layanan perdagangan kripto, transfer stablecoin, dan dompet Web3 di pasar Eropa, serta aktif mengajukan lisensi regulasi tambahan untuk memperkuat posisi sebagai platform keuangan global. Namun, seiring dengan diberlakukannya kerangka regulasi MiCA di Eropa, platform fintech yang menawarkan layanan aset kripto akan menghadapi persyaratan pengendalian risiko dan pengungkapan informasi yang lebih ketat. Pasar berpendapat bahwa kejadian harga Bitcoin yang abnormal ini mungkin akan meningkatkan perhatian regulator terhadap stabilitas layanan kripto dari perusahaan fintech. Bagi pengguna, kejadian ini juga mengingatkan bahwa meskipun pasar kripto telah masuk ke platform keuangan utama, infrastruktur dasarnya masih menyimpan banyak risiko berbeda dari keuangan tradisional. Terutama karena ketergantungan tinggi pada data harga, likuiditas, dan sistem perdagangan real-time yang bergantung pada layanan pihak ketiga, setiap kesalahan teknologi berpotensi memperbesar sentimen pasar dalam waktu singkat.

BTC-1,21%
ETH-2,25%
SOL-3,11%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan