Belakangan ini saya memperhatikan fenomena pasar yang cukup menarik. Saat menghadapi risiko depresiasi mata uang, pilihan investor ritel dan institusi secara diam-diam mulai berubah.



Berdasarkan analisis terbaru dari JPMorgan, Bitcoin secara bertahap menggantikan emas sebagai alat lindung nilai utama terhadap depresiasi mata uang. Data yang sangat jelas: ETF Bitcoin telah menarik aliran dana selama tiga bulan berturut-turut sejak Mei, sementara ETF aset safe haven tradisional, emas, masih dalam proses pemulihan dari aliran keluar dana selama konflik Iran awal Maret lalu. Perbandingan ini sangat meyakinkan.

Yang lebih menarik lagi, tren ini tidak hanya terlihat di kalangan ritel. Berdasarkan data dari CME Bitcoin futures dan perpetual offshore futures, JPMorgan menunjukkan bahwa posisi investor institusi telah mencapai rekor tertinggi. Dengan kata lain, dari ritel hingga institusi, semua semakin condong untuk bertaruh pada Bitcoin saat menghadapi depresiasi mata uang.

Dari segi teknikal, sinyal momentum Bitcoin dan emas juga menunjukkan rebound setelah konflik dimulai, yang semakin mengonfirmasi perubahan sentimen pasar. Saya rasa ini mencerminkan sebuah perubahan persepsi yang mendalam: di tengah pelonggaran likuiditas global dan tekanan depresiasi mata uang yang terus berlanjut, keunggulan Bitcoin sebagai aset digital yang langka dan likuiditasnya semakin diakui oleh lebih banyak orang.

Kalau tertarik, bisa mengikuti perkembangan terkait di Gate, tren ini patut diamati secara berkelanjutan.
BTC-0,13%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan