apa itu ath dan mengapa penting untuk dipahami dalam perdagangan aset kripto.


Kemampuan untuk mengenali konsep ini dengan benar dapat menentukan apakah Anda akan mendapatkan keuntungan besar atau mengalami kerugian besar.

Pertama, dari dasar-dasarnya. ath adalah singkatan dari "All Time High", yaitu harga tertinggi yang pernah dicapai oleh suatu aset dari masa lalu hingga saat ini.
Mendengarnya terdengar sederhana, tetapi sangat terkait dengan psikologi pasar.
Ketika suatu aset mencapai ath, itu bukan sekadar angka, melainkan menunjukkan sentimen bullish dari investor, tingkat perhatian pasar, dan terkadang ekspektasi berlebihan yang terkonsentrasi.

Setelah mencapai ath, banyak investor baru langsung terburu-buru masuk.
Ide sederhananya adalah membeli di harga terendah dan menjual di harga tertinggi untuk mendapatkan keuntungan besar.
Namun kenyataannya tidak semudah itu.
Membeli segera setelah ath diperbarui dapat berisiko besar mengalami kerugian saat fase koreksi berikutnya.
Banyak trader yang kurang berpengalaman sering gagal di titik ini.

Melihat proses terbentuknya ath, terlihat bahwa para bullish menciptakan tekanan beli yang kuat.
Pasokan berlebih dan tekanan jual sementara melemah.
Itulah sebabnya harga terus naik.
Tapi ini adalah jebakan.
Pada saat mencapai ath, pasar telah menyerap sebagian besar pasokan yang tersedia.
Setelah itu, kemungkinan besar pasar akan memasuki fase koreksi.
Periode koreksi ini bisa berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Investor yang benar-benar memahami apa itu ath akan memanfaatkan analisis teknikal di fase ini.
Menggunakan rasio Fibonacci (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%) untuk menentukan level support, atau menggunakan moving average (MA) untuk mengonfirmasi arah tren harga.
Mengukur momentum harga dengan membayangkan pasar berfungsi seperti pegas.
Dengan kata lain, selama proses mencapai ath, pasar mengumpulkan energi yang cukup untuk melanjutkan kenaikan.

Ketika harga menembus ath dan terus naik, biasanya terjadi dalam tiga tahap.
Tahap pertama, "aksi", di mana harga menembus resistance dengan volume tinggi.
Tahap kedua, "reaksi", di mana tekanan beli melemah dan harga mengalami koreksi.
Tahap terakhir, "penyelesaian", di mana konfirmasi breakout akan menentukan apakah tren berlanjut atau tidak.
Memahami proses ini membantu menghindari perdagangan yang tidak perlu.

Jika posisi ath diambil, keputusan investor biasanya terbagi menjadi tiga.
Penganut hold jangka panjang akan tetap memegang seluruh aset jika mereka menganalisis bahwa ath hanyalah sementara.
Penganut sebagian akan menggunakan Fibonacci extension untuk mengukur level resistensi psikologis dan menentukan waktu ambil keuntungan.
Penganut penuh akan menganggap bahwa jika level Fibonacci cocok dengan harga ath, itu menandakan akhir tren kenaikan dan akan mengamankan seluruh keuntungan di situ.

Memahami apa itu ath bukan hanya mengetahui harga tertinggi, tetapi juga mengasah kemampuan membaca psikologi pasar.
Mengaplikasikan analisis teknikal dengan benar dan hanya menambah posisi saat rasio risiko-imbalan menguntungkan.
Menetapkan level proteksi keuntungan sebelumnya dan hanya menambah posisi saat harga berada di support moving average.
Disiplin dalam trading seperti ini akan membuat perdagangan di ath tidak lagi menakutkan.

Bagaimana Anda membuat keputusan saat menghadapi situasi seperti ath?
Jika Anda memiliki pengalaman atau pandangan, jangan ragu untuk berbagi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan