Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini saya memperhatikan fenomena yang cukup menarik, analis terkenal Wall Street Tom Lee baru-baru ini berubah menjadi pendukung kuat Ethereum. Pendiri Fundstrat yang dikenal sebagai "Peramal Wall Street" ini tidak hanya diangkat sebagai ketua dewan perusahaan pertambangan Bitmine, tetapi juga terlibat dalam strategi cadangan Ethereum senilai 250 juta dolar yang diluncurkan perusahaan tersebut, dan bahkan meramalkan Ethereum akan naik ke 10.000 dolar dalam siklus pasar saat ini.
Mengenai rencana penggalangan dana Bitmine ini, memang menarik perhatian pasar secara luas. Pada bulan Juli, sahamnya melonjak lebih dari 1.000%, menarik dukungan dari Founders Fund, Galaxy Digital, dan lembaga aktif lainnya. Tapi yang lebih menarik lagi adalah, mengapa Tom Lee, analis veteran Wall Street yang tradisional, begitu yakin terhadap Ethereum?
Dalam wawancara terbaru, analis Tom Lee menunjukkan bahwa logika utama di balik keyakinannya terhadap Ethereum sebenarnya cukup jelas, yaitu stablecoin. Dia menyebutkan bahwa Circle baru saja go public dengan valuasi 9 miliar dolar, yang dianggapnya sebagai IPO tingkat dewa di Wall Street. Stablecoin bagi dia seperti ChatGPT di dunia kripto, sudah menembus dan masuk ke pasar utama.
Yang lebih penting lagi, analis Tom Lee menyatakan bahwa stablecoin harus berjalan di atas blockchain, dan sebagian besar transaksi stablecoin terjadi di Ethereum. Saat ini, pasar stablecoin hanya sebesar 250 miliar dolar, tetapi sudah menyumbang 30% dari biaya transaksi Ethereum. Dia memprediksi bahwa jika pasar stablecoin tumbuh 10 kali lipat hingga mencapai 2 triliun dolar, ini akan menyebabkan biaya transaksi Ethereum meningkat secara eksponensial. Menteri Keuangan AS juga mendukung arah ini, dan stablecoin sudah menjadi pemegang obligasi pemerintah AS terbesar ke-12.
Yang menarik, JPMorgan, Amazon, Walmart, Goldman Sachs semuanya memperhatikan stablecoin. Jika raksasa tradisional ini meluncurkan stablecoin mereka sendiri, pasti akan berjalan di atas Ethereum, yang akan memberikan dorongan besar terhadap permintaan Ethereum.
Lalu mengapa Bitmine memilih strategi cadangan daripada langsung membeli Ethereum? Analis Tom Lee menjelaskan lima keunggulan utama. Pertama, perusahaan cadangan bertujuan meningkatkan jumlah token per saham, dan jika harga transaksi lebih tinggi dari nilai aset bersih, mereka bisa menerbitkan saham untuk menciptakan efek pertumbuhan reflektif. Kedua, volatilitas Ethereum dua kali lipat dari Bitcoin, sehingga perusahaan cadangan bisa menjual volatilitas tersebut dengan biaya lebih rendah melalui obligasi konversi atau derivatif. Ketiga, ada peluang arbitrase antara harga pasar dan nilai buku.
Yang lebih penting lagi, sebagai token staking, perusahaan cadangan bisa membangun bisnis operasional, seperti pinjaman berbasis staking Ethereum. Terakhir, ada yang disebut opsi jual struktural, jika aset perusahaan cadangan memiliki proporsi Ethereum yang cukup, mereka akan sangat penting bagi ekosistem. Ketika perusahaan Wall Street meluncurkan stablecoin, mereka harus memastikan keamanan jaringan Ethereum, dan akhirnya akan membeli banyak Ethereum, sementara entitas staking sudah memilikinya, membentuk logika opsi jual Wall Street.
Melihat latar belakang Tom Lee, dia adalah analis utama pertama di Wall Street yang secara resmi melakukan riset Bitcoin untuk klien, pernah menjabat sebagai kepala strategi saham di JPMorgan, dan mendirikan Fundstrat Global Advisors pada tahun 2014. Dia terkenal karena prediksi jangka panjang yang akurat, baru-baru ini memprediksi indeks S&P 500 akan naik 10% pada tahun 2025. Pandangannya terhadap Ethereum ini memang mencerminkan perubahan persepsi tradisional Wall Street terhadap aset kripto.
Harga Ethereum saat ini sekitar 2.340 dolar, masih cukup jauh dari prediksinya sebesar 10.000 dolar. Bagaimanapun, melihat analis tingkat institusi seperti Wall Street yang begitu yakin terhadap Ethereum, ini memang patut diperhatikan.