Belakangan ini saya baru menyadari bahwa pengawasan mata uang kripto di Taiwan akhirnya mengalami perkembangan baru. Komite Keuangan Legislatif mengadakan pertemuan minggu lalu, beberapa anggota parlemen mengajukan pertanyaan keras kepada Otoritas Pengatur Keuangan mengenai ETF Bitcoin, tokenisasi RWA, dan topik lainnya, sementara Ketua Otoritas Pengatur Keuangan Peng Jinlong juga memberikan jadwal kebijakan yang jelas untuk pertama kalinya.



Pertama, mari bahas bagian yang paling menarik, ETF Bitcoin. Anggota parlemen Ge Rujun menunjukkan bahwa aset digital global sedang semakin terkonsentrasi di Taiwan, raksasa keuangan internasional seperti Morgan Stanley juga mulai memasuki pasar ETF Bitcoin fisik, ini telah menjadi tren yang tidak dapat dibatalkan. Dia bahkan menyerahkan laporan penelitian yang disusun oleh staf senator AS kepada Otoritas Pengatur Keuangan, yang menganalisis secara rinci kelayakan Bitcoin sebagai aset cadangan.

Dalam tanggapannya, Peng Jinlong mengakui bahwa Asosiasi Perusahaan Sekuritas telah menyerahkan laporan hasil pelaksanaan, dan diskusi intensif sedang berlangsung di dalam otoritas. Dia berjanji akan melakukan tinjauan berkelanjutan selama enam bulan, dan diperkirakan akan memberikan penjelasan tentang kelayakan ETF Bitcoin sebelum akhir Juni 2026. Ini berarti Taiwan mungkin benar-benar akan mengambil langkah terkait ETF mata uang kripto.

Selain ETF, tokenisasi RWA juga menjadi fokus utama dalam pertemuan ini. Anggota parlemen Zhong Jiapin menyebutkan bahwa DTCC di AS telah mendapatkan izin dari SEC untuk merencanakan tokenisasi aset sebesar 114 triliun dolar AS, yang merupakan kejutan besar bagi pasar keuangan global. Otoritas Pengatur Keuangan awalnya berencana membuka tokenisasi obligasi dan emas terlebih dahulu, karena kedua jenis aset ini mudah dinilai dan relatif lebih mudah dilaksanakan.

Yang menarik, anggota parlemen Lin Chuyin mengajukan pertanyaan yang patut diperhatikan. Perusahaan VASP lokal di Taiwan telah menyusut dari puncaknya sebanyak 26 perusahaan menjadi 8, dia khawatir jika syarat modal yang ditetapkan dalam undang-undang khusus terlalu tinggi di masa depan, akan menyebabkan pelaku usaha kecil dan startup tidak mampu bertahan, dan akhirnya hanya tersisa lembaga keuangan besar. Peng Jinlong menanggapi bahwa mereka akan merujuk pada standar internasional dan menerapkan prinsip berbasis risiko, untuk memastikan aturan permainan yang transparan.

Secara keseluruhan, Taiwan memang mempercepat kemajuan dalam pengawasan aset virtual. Dari ETF Bitcoin ke tokenisasi RWA, hingga undang-undang khusus VASP, tingkat perhatian kebijakan jelas meningkat. Ge Rujun juga menekankan bahwa berbagai negara bersaing untuk menjadi pusat pengelolaan aset digital, dan jika Taiwan dapat memperbaiki kerangka hukum lebih awal, ini akan membantu menarik dana global untuk tinggal.

Janji dari Otoritas Pengatur Keuangan kali ini tampak cukup konkret, terutama jadwal penjelasan ETF mata uang kripto yang akan dilakukan akhir Juni. Beberapa bulan ke depan, diharapkan akan muncul lebih banyak detail regulasi secara bertahap, dan ini patut terus dipantau.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan