Ada berita besar lagi di sekitar keamanan DeFi. Insiden pencurian sekitar 292 juta dolar dari rsETH KelpDAO, yang kemudian mengalir ke Aave. Akibatnya, terjadi panic selling di Aave, dengan simpanan berkurang sementara sebesar 17 miliar dolar (sekitar 38%), dan pinjaman juga berkurang sebesar 5,5 miliar dolar (sekitar 31%). Ini adalah skala yang cukup besar.



Laporan riset terbaru dari Standard Chartered mengungkapkan rincian dari insiden ini. Bagi para investor yang memantau pertumbuhan pasar aset berbobot risiko (RWA), ini pasti menjadi peristiwa yang menarik perhatian. Dampak panic selling bersifat sementara, tetapi mengungkapkan kerentanan struktur DeFi. Terutama, masalah mismatch aset dan liabilitas serta konsentrasi leverage dalam pasar pinjaman yang didukung oleh aset yang dilapisi, staking, dan re-staking menjadi sorotan.

Namun, yang menarik adalah, pendiri Aave, Stani Kulechov, dan lainnya, telah menyatakan akan menyumbang lebih dari 300 juta dolar untuk membantu pemulihan suku bunga dan simpanan bersih. Mereka berusaha memulihkan kepercayaan pasar dengan cepat.

Laporan dari Standard Chartered menunjukkan bahwa rangkaian panic selling ini berpotensi mendorong perbaikan infrastruktur DeFi dan likuiditas stablecoin. Selain itu, dengan asumsi fondasi DeFi yang semakin kokoh, diperkirakan bahwa pasar aset berbobot risiko yang didigitalisasi akan mencapai 2 triliun dolar pada tahun 2028. Artinya, guncangan kali ini hanyalah penyesuaian sementara, dan tidak akan mempengaruhi tren pertumbuhan jangka panjang industri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan