Ada seseorang yang muncul yang mungkin menjadi ketua Federal Reserve terkaya dalam sejarah, tetapi tugas yang harus dia selesaikan tidaklah mudah.



Dokumen pengungkapan keuangan calon Ketua Fed Kevin Washi keluar menjelang sidang dengar pendapat, dan dikabarkan portofolio investasinya melebihi 100 juta dolar. Jika dia diangkat, dia akan menjadi ketua terkaya dalam sejarah. Hal yang unik adalah portofolio investasinya, yang meliputi protokol DeFi seperti Compound, dYdX, Lighter dan investasi langsung di blockchain seperti Solana, Optimism, Blast. Ini adalah hal yang cukup langka untuk calon ketua Fed.

Yang paling menarik adalah perubahan sikapnya. Saat menjabat sebagai anggota Dewan Fed dari 2006 hingga 2011, dia terkenal sebagai pendukung keras inflasi. Bahkan selama krisis keuangan, dia secara terbuka memperingatkan risiko kenaikan harga sebanyak 13 kali di FOMC, dan sangat menentang pelonggaran kuantitatif. Tetapi mulai 2025, nada suaranya berubah total. Dia mulai mendukung penurunan suku bunga dengan alasan AI akan menyebabkan deflasi. Senator Demokrat menuduh ini sebagai "pembalikan posisi", tetapi dia membantah dengan mengutip contoh lonjakan produktivitas di era Greenspan pada 1990-an.

Namun kenyataannya lebih kompleks. CPI terbaru naik hingga 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun ada dampak dari lonjakan harga energi, ini bertentangan dengan pandangannya yang optimis. Dia mengakui di sidang bahwa "masih ada pekerjaan yang harus dilakukan", tetapi dia tidak mengusulkan jalur kenaikan suku bunga secara spesifik.

Tugas kedua adalah masalah independensi Federal Reserve. Trump memposting di media sosial bahwa "Kevin akan menurunkan suku bunga saat dia menjabat", yang menimbulkan kontroversi. Dia menegaskan di sidang bahwa "Presiden tidak pernah meminta atau berjanji tentang keputusan suku bunga sebelumnya." Lebih menarik lagi adalah pandangannya tentang independensi, yang dia katakan bukan otomatis diberikan oleh hukum, melainkan harus diperoleh Fed melalui kebijakan yang tepat. Dia melihat inflasi 2021-2022 sebagai hasil dari kesalahan penilaian dan penyalahgunaan kekuasaan Fed, dan menyebut ini sebagai krisis independensi yang sebenarnya.

Tugas ketiga adalah perubahan sistem kebijakan moneter. Dia menganggap neraca Federal Reserve yang mencapai 6,7 triliun dolar sebagai "terlalu membesar". Artinya, quantitative easing telah beralih dari langkah darurat sementara menjadi alat yang semi-permanen. Solusinya yang dia tawarkan cukup unik: melakukan pelonggaran kuantitatif dan penurunan suku bunga secara bersamaan. Dengan satu sisi mengurangi likuiditas dan sisi lain menurunkan suku bunga, keduanya mempengaruhi pasar sekaligus. Pasar merespons ketidakpastian dari skenario campuran ini, dan setelah sidang, imbal hasil obligasi AS naik.

Ada juga usulan menarik lainnya. Dia menyebutkan bahwa penggunaan stablecoin dan data harga on-chain secara real-time sebagai indikator pendukung dapat memperbaiki kekurangan statistik CPI saat ini. Ini menunjukkan bahwa cryptocurrency tidak hanya sebagai objek regulasi, tetapi juga sebagai infrastruktur informasi untuk meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan. Portofolio cryptocurrency-nya yang bernilai 130 juta dolar dapat dipahami dari sudut pandang ini.

Akhirnya, jika Kevin Washi menjadi ketua Federal Reserve, itu bukan sekadar penyesuaian suku bunga, tetapi akan menjadi upaya untuk merancang ulang seluruh kebijakan moneter. Bagaimana pasar merespons akan menjadi kunci utama.
COMP3,16%
DYDX-0,7%
LIT-1,13%
SOL2,82%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan