Kepala Federal Reserve Board, Mr. Powell, menjadi bahan pembicaraan karena keputusannya.


Pada saat mendekati akhir masa jabatannya pada pertengahan Mei, dia mengumumkan bahwa meskipun mengundurkan diri dari posisi ketua, dia akan tetap menjabat sebagai anggota FRB hingga awal tahun 2028.
Ini melanggar kebiasaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Biasanya, ketua akan digantikan oleh pengganti dan mengundurkan diri dari jabatannya.

Di baliknya terdapat masalah hukum yang kompleks.
Penutupan penyelidikan oleh Departemen Kehakiman terhadap pengawasan proyek renovasi gedung FRB baru saja dilakukan seminggu yang lalu.
Sebelumnya, ada penangguhan sementara terhadap surat panggilan pengadilan dan penundaan tanpa batas waktu terhadap proses persetujuan penunjukan Kevin Warch, menunjukkan ketidakstabilan di dalam internal Dewan Federal Reserve.
Ketua Powell menyatakan bahwa dia perlu tetap menjabat sampai masalah ini "diselesaikan secara lengkap dan transparan."

Yang menarik adalah reaksi keras dari pemerintahan Trump segera setelah pengumuman ini.
Menteri Keuangan Yellen secara terbuka menuduh bahwa Ketua Powell "melanggar semua praktik Federal Reserve."
Presiden Trump bahkan menyebut di Twitter bahwa dia "mungkin tidak akan menemukan pekerjaan lain."
Ini menunjukkan ketegangan politik yang muncul terkait posisi Ketua Dewan Federal Reserve.

Ketua Powell menegaskan bahwa dia akan menjalankan tugasnya secara "sederhana" dan tidak akan campur tangan dalam kepemimpinan pengganti, Warch.
Namun, bagaimana keputusan ini akan berkembang, tampaknya layak untuk diikuti dari sisi pasar dan politik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan